Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Terlanjur Viral Ternyata Halal, Owner Bakso Remaja Gading Khawatir Nama Baiknya Turun: Wali Kota Solo Respati Ardi Minta Maaf

Silvester Kurniawan • Selasa, 4 November 2025 | 23:53 WIB
DITUTUP: Kondisi di depan Bakso Remaja Gading di daerah Joyosuran, Pasar Kliwon, kemarin (4/11) siang.
DITUTUP: Kondisi di depan Bakso Remaja Gading di daerah Joyosuran, Pasar Kliwon, kemarin (4/11) siang.

RADARSOLO.COM – Polemik dugaan penggunaan bahan non halal di warung bakso yang ada di Kecamatan Pasar Kliwon, akhirnya menemukan titik terang. Berdasarkan hasil uji laboratorium resmi dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Solo, produk yang dijual dinyatakan halal atau negatif dari kandungan bahan non halal.

 Dispangtan Kota Solo membenarkan, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak ada kandungan bahan non halal dalam produk bakso tersebut.

Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan bahwa warung bakso tersebut belum memiliki sertifikat halal maupun izin legalitas usaha. Oleh karena itu, Pemkot Solo akan melakukan pendampingan intensif agar segera mendapatkan sertifikasi resmi.

Ditemui di kediamannya di Kartopuran, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Selasa (4/11) siang, anak pemilik warung, Thirthania Laura Damayanti mengaku tidak kaget dengan hasil yang dikeluarkan oleh Pemkot Solo.

Ini karena sejak awal warung bakso yang dirintis oleh ayahnya itu memang tidak memakai bahan atau produk makanan non halal.

"Menanggapi kabar viral terkait Bakso Remaja Gading yang katanya non halal itu hari ini hasilnya itu sudah keluar. Hasilnya negatif dan tidak ada kandungan babinya. Jadi bisa dipastikan kalau Bakso Remaja Gading itu halal," jelasnya.

DITUTUP JUGA: Bangunan kedua yang biasa digunakan pengunjung menyantap menu yang dipesan.
DITUTUP JUGA: Bangunan kedua yang biasa digunakan pengunjung menyantap menu yang dipesan.

Seperti diberitakan sebelumnya, awal mula kejadian yang membuat viral ini bermula saat ada petugas dari pemkot datang melakukan survei. Warung tersebut ditempeli tulisan “Non Halal” karena si pemilik warung salah bicara -salah memberi pernyataan saat ditanya terkait olahan bakso yang disajikan.

Alhasil tanda non halal ditempel di warung miliknya, beruntung uji laboratorium dari sampel makanan yang dilakukan pemerintah kota secara tertutup menunjukkan jika olahan Bakso Remaja Gading dipastikan halal.

"Kami tanya sertifikasi halal sepertinya butuh proses dua minggu. Sementara hasil laboratorium yang menunjukkan halal akan kami pasang di warung sampai proses sertifikasi halalnya keluar. Kalau sudah jadi nanti kami bakal pasang label halalnya," paparnya.

Terkait viral dan miskomunikasi informasi perihal baksonya, pemilik mengaku kecewa.

Pihaknya menyayangkan kabar yang terlanjur viral karena berkas internal dinas terkait bocor dan terlanjur beredar di berbagai platform media sosial. Hal ini jelas menurunkan citra usaha yang sudah dibina dalam 35 tahun terakhir ini.

"Apakah merasa dirugikan, sebenarnya iya sih. Sangat disayangkan sampai viral seperti itu, padahal masih menunggu hasil lab. Sempat khawatir juga saat lihat medsos. Saya harap pemerintah bisa lebih bijak dalam hal-hal seperti ini," hemat Thirthania.

Pengalaman tak mengenakkan yang dialami Bakso Remaja Gading ini mesti jadi bahan evaluasi bagi Pemkot Solo.

Jangan sampai upaya untuk memberikan rasa aman bagi konsumen itu justru merugikan pelaku usaha dengan manajemen kerja yang tidak tepat.

"Bukan kesalah pahaman, hanya tata kelolanya saja. Mewakili Pemerintah Kota Solo, saya mohon maaf untuk dokumen yang belum ada nomor bisa keluar. Ini introspeksi kami untuk melayani masyarakat dan pelaku usaha," ucap Wali Kota Solo Respati Ardi. (ves/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#bakso #viral #pasar kliwon #Respati