RADARSOLO.COM – Ribuan warga memadati kawasan Loji Gandrung, Rabu (5/11/2025), untuk menyaksikan iring-iringan jenazah Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) XIII, yang melintas menuju Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul.
Sejak pagi, masyarakat sudah berdiri di tepi jalan. Banyak di antara mereka membawa bunga dan foto almarhum.
Begitu rombongan dari arah Keraton melintas, suasana mendadak hening. Beberapa warga menundukkan kepala, bahkan tak kuasa menahan air mata.
“Saya datang sejak jam tujuh pagi. Rasanya haru sekali bisa menyaksikan momen bersejarah ini,” ungkap Sri Wahyuni, warga Keprabon. Ia mengaku turut berdoa agar prosesi pemakaman berjalan lancar.
Warga lain, Yudi Santoso, mengaku terkesan dengan tertibnya iring-iringan serta pengamanan yang diterapkan di sepanjang rute.
“Lalu lintas diatur rapi, petugas sabar mengarahkan warga. Ini bentuk penghormatan yang luar biasa untuk PB XIII,” ujarnya.
Baca Juga: Masuk Daftar Penerima? Ini 4 Kategori Keluarga yang Berhak Dapat BLT Kesra Rp900 Ribu
Tak hanya warga yang larut dalam suasana haru, para pedagang kecil di sekitar lokasi juga ikut merasakan berkah dari keramaian tersebut.
“Sejak pagi ramai sekali. Banyak warga beli minuman dan makanan ringan. Tapi yang paling terasa bukan soal jualan, tapi suasana duka dan hormat yang begitu kental,” tutur Rini, pedagang kaki lima di sekitar Loji Gandrung.
Meski matahari terik menyengat, warga tetap bertahan hingga iring-iringan terakhir meSekaran
Banyak yang mengabadikan momen perpisahan itu dengan kamera ponsel sambil melambaikan tangan, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang raja.
Loji Gandrung pagi itu benar-benar menjadi lautan duka. Perpaduan antara kesedihan, penghormatan, dan kenangan bagi sosok PB XIII yang kini berpulang. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy