Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tedjowulan Jalankan Tugas Ad Interim Raja Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Antonius Christian • Rabu, 5 November 2025 | 18:55 WIB
Tedjowulan berikan keterangan kepada awak media di Loji Gandrung
Tedjowulan berikan keterangan kepada awak media di Loji Gandrung

RADARSOLO.COM – Kekosongan kepemimpinan di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pascawafatnya Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII menjadi perhatian berbagai pihak.

Maha Menteri Karaton, Kangjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan, memastikan bahwa suksesi raja belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Walaupun sudah ada yang menyebut nama-nama calon penerus, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Karaton Surakarta berikutnya,” ujar Tedjowulan usai mengikuti prosesi pemakaman PB XIII, Rabu (5/11/2025).

Dia menegaskan, untuk sementara dirinya sebagai Maha Menteri akan menjalankan tugas ad interim sampai adanya penetapan resmi raja baru.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa Kasunanan Surakarta dipimpin oleh ISKS Pakubuwono XIII dan didampingi Maha Menteri Tedjowulan dalam menjalankan pengelolaan karaton bersama pemerintah pusat maupun daerah.

"Dengan wafatnya PB XIII, otomatis terjadi kekosongan. Maka saya, berdasarkan SK tersebut, menjalankan fungsi sementara agar kegiatan karaton tetap berjalan dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah,” jelasnya.

Tedjowulan menyebut, dia akan mengumpulkan seluruh Putradalem PB XII dan PB XIII untuk duduk bersama menata kembali arah karaton. Namun ia menegaskan, pertemuan itu belum untuk menentukan suksesi.

“Belum untuk suksesi, belum untuk sekarang. Saya perlu waktu, mungkin sekitar 40 hari. Kita diam dulu, mendoakan, sambil menyiapkan koordinasi dengan para putra-putri PB XII dan PB XIII serta pemerintah,” ungkapnya.

Dia juga menanggapi beredarnya kabar bahwa keluarga inti telah sepakat menunjuk Gusti Purbaya sebagai penerus tahta. Menurutnya, semua pihak boleh menyampaikan pandangan, namun dasar utama tetap mengacu pada keputusan pemerintah.

“Boleh saja semua orang bicara apa pun. Tapi yang jelas, dasar yang digunakan adalah keputusan Kemendagri. Saya sekarang yang tertua, dan yang penting bagaimana karaton ke depan ini tidak ribut. Saya tidak suka keributan,” tegasnya.

Tedjowulan berharap proses suksesi berjalan tertib dan harmonis. Ia menyebut, tahapan pemakaman dan doa tujuh hari PB XIII harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembahasan suksesi dilakukan.

“Setelah tujuh hari baru semua selesai, nanti kita kumpulkan semua. Harapan saya maksimal 40 hari sudah ada kesepakatan bersama. Hasilnya nanti akan dilaporkan ke pemerintah bahwa suksesi sudah terbentuk,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan menghormati aturan negara.

“Sekarang undang-undangnya ada, kok ribut terus. Yang mengeluarkan pemerintah. Maka saya menyediakan diri untuk menjalankan perintah Kemendagri itu, berkolaborasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah,” pungkas Tedjowulan. (atn/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#kasunanan #Tedjowulan #surakarta