RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo hingga Rabu (5/11) belum menyerahkan dokumen akta kematian atas wafatnya Pakubuwono (PB) XIII.
Penyerahan dokumen kependudukan itu baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian prosesi adat dan keagamaan pemakaman selesai dilaksanakan oleh keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Wali Kota Solo Respati Ahmad Ardianto menegaskan, pemerintah telah menyiapkan seluruh dokumen administrasi kependudukan yang diperlukan. Namun karena keluarga masih disibukkan dengan prosesi pemakaman, Pemkot menunggu waktu yang tepat untuk penyerahan resmi.
“Ya, kita siapkan nanti kita serahkan kepada keluarga sesuai data kependudukan. Tapi untuk hari ini belum, karena keluarga masih fokus dengan prosesi pemakaman. Biasanya penyerahan dilakukan setelah seluruh kegiatan adat selesai, kemungkinan Kamis kami sesuaikan. Intinya Pemerintah Kota Surakarta menunggu waktu yang tepat sesuai arahan dari pihak keluarga,” ujar Respati saat ditemui usai melepas jenazah PB XIII di Loji Gandrung, Rabu (5/11).
Respati menjelaskan, akta kematian merupakan dokumen penting yang akan diserahkan langsung kepada ahli waris atau perwakilan keluarga Sisiny
PDokumen itu menjadi dasar administrasi kependudukan bagi keluarga sekaligus arsip resmi pemerintah daerah.
“Penyerahan nanti akan dilakukan setelah keluarga besar Keraton sudah lengkap dan siap menerima. Kami tidak ingin terburu-buru, karena kami menghormati seluruh tahapan adat dan keagamaan yang sedang berlangsung,” lanjutnya.
Baca Juga: Tedjowulan Jalankan Tugas Ad Interim Raja Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Selain membahas penyerahan dokumen, Respati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan petugas yang terlibat dalam prosesi penghormatan terakhir bagi almarhum PB XIII.
Dia menilai sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat membuat seluruh rangkaian berjalan tertib dan khidmat.
“Terima kasih kepada semua pihak, mulai dari hari Minggu malam hingga hari ini. Dari proses kedatangan jenazah hingga pemberangkatan ke Imogiri, semuanya berjalan lancar. Saya juga mengapresiasi warga yang tetap menghormati beliau di sepanjang jalan. Kami bersyukur sekali, ini menunjukkan betapa besar rasa cinta masyarakat kepada beliau,” ungkapnya.
Respati memastikan pemkot siap memberikan dukungan jika pihak keluarga Keraton berencana menggelar tahlilan atau doa bersama pascapemakaman. Bentuk dukungan bisa berupa penyediaan fasilitas, pengamanan, maupun koordinasi lintas instansi.
“Silakan, kami siap memberikan fasilitas bagi pihak keluarga. Pemerintah berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan warga. Kami akan tetap berkolaborasi agar seluruh rangkaian penghormatan berjalan dengan baik dan penuh hormat,” terangnya.
Sementara itu, terkait proses suksesi kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta, Respati menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi urusan internal keluarga besar Keraton.
Pemerintah, kata dia, tidak akan ikut campur dalam penentuan penerus tahta, namun siap mendukung agar seluruh tahapan berjalan damai dan sesuai adat.
Soal suksesi itu nanti urusan keluarga. Pemerintah hanya berharap suksesi nanti berjalan aman, tertib, dan menjaga marwah Keraton.
"Kami dari pemerintah siap berkolaborasi ke depan dalam pelestarian budaya dan penguatan fungsi-fungsi kebudayaan di Surakarta,” tegasnya.
Baca Juga: Pemakaman Pakubuwono XIII: Ini Aturan Berziarah di Kompleks Makam Raja-raja Imogiri Yogyakarta
Respati menambahkan, pemkot juga berkomitmen menjaga dan merawat seluruh aset serta bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari warisan budaya Keraton.
Dia menilai keberadaan situs dan bangunan cagar budaya di Solo merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.
“Roda pemerintahan akan terus berjalan, termasuk dalam menjaga indikator terbaik dari aspek budaya dan pelestarian cagar budaya. Seluruh bangunan bersejarah itu milik kita bersama, dan menjadi simbol identitas Kota Surakarta sebagai kota budaya,” pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy