Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gusti Purbaya Tegaskan sebagai Penerus Takhta Raja Keraton Solo dengan Sebutan Pakubuwono XIV, Beda dengan Pernyataan Mahamenteri Tedjowulan

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 5 November 2025 | 20:47 WIB
Gusti Purbaya sebagai putra mahkota menyebut dirinya sebagai Pakubuwono XIV saat atur belasungkawa di depan peti jenazah PB XIII Hangabehi, Rabu (5/11/2025).
Gusti Purbaya sebagai putra mahkota menyebut dirinya sebagai Pakubuwono XIV saat atur belasungkawa di depan peti jenazah PB XIII Hangabehi, Rabu (5/11/2025).

RADARSOLO.COM – Suksesi penerus Pakubuwono (PB) XIII sebagai raja Keraton Solo semakin menghangat.

Mahamenteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan menyebut, penerus PB XIII akan diputuskan pada 40 hari kedepan.

Untuk mengisi kekosongan posisi raja, Tedjowulan menyebut dirinya yang sementara mengendalikan pemerintahan di Keraton Solo hingga ada raja baru.

Ternyata, pernyataan Tedjowulan bertolak belakang dengan putra mahkota KGPAA Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Ing Mataram atau akrab disapa Gusti Purbaya.

Dalam atur belasungkawa di depan peti jenazah PB XIII Hangabehi, Gusti Purbaya tampil dengan busana kebesaran adat Kasunanan Surakarta.

Dia membacakan kabar duka dengan lantang di depan seluruh kerabat dan abdi dalem serta pelayat yang ada di dalam area keraton.

Berikut penggalan isi atur belasungkawa yang dibacakan Gusti Purbaya.

"Mundhi dhawuh Sabda Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan SISKS Pakoe Boewono Tigawelas (SISKS PB XIII Hangabehi, Red) lumantar Kintaka Rukma Kekeraning Sri Nata Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Ingsun Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Naréndra Mataram, ing dina iki, Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun Dal sèwu sangangatus sèket sanga, utawa kaping lima Nopèmber rong èwu selawé, hanglintir kaprabon Dalem minangka Sri Susuhuhan Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan Sampeyan Ingkang Sinuhun Kanjeng susuhuhan Pakoe Boewono Patbelas (SISKS PB XIV),"

Dalam atur belasungkawa itu, Gusti Purbaya telah menyebut dirinya sebagai PB XIV.

Penegasan itu disaksikan ratusan orang yang memadati Sasana Sewaka Kompleks Keraton Kasunanan.

Tak berhenti di sana, putra mahkota yang menegaskan gelar baru sebagai SISKS Pakoe Boewono XIV itu juga membacakan kalimat yang hanya boleh disampaikan oleh sang penerus takhta.

Dalam tradisi keraton, sabda pelepasan raja yang telah mangkat merupakan tata upacara adat yang sakral dan hanya raja yang berhak mengucapkannya.

Baca Juga: Akta Kematian Pakubuwono XIII Belum Diserahkan, Ini Alasan Pemkot Solo

"Sabanjuré, Ingsun ndhawuhaké, kunarpa ramaningsun tumuli kabudhalna marang Pajimatan Imogiri. Katindakna!," ucap Gusti Purbaya.

Setelah sabda itu terucap, suara gamelan Monggang kembali menggema. Gending ketawang pun mengantar iring-iringan jenazah yang mulai bergerak pelan meninggalkan kedaton menuju kompleks pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. (ves)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pb xiv #pb xiii hangabehi #gusti purbaya #putra mahkota #penerus takhta #Keraton Solo #suksesi #Pakubuwono XIV #keraton kasunanan surakarta