RADARSOLO.COM – Aparat keamanan dari TNI dan Polri masih disiagakan di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pasca wafatnya SISKS Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi. Pengamanan dilakukan baik di area dalam maupun luar kompleks keraton untuk mencegah potensi gangguan selama masa transisi kepemimpinan.
Putri tertua almarhum PB XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, membenarkan adanya penjagaan tersebut. Ia menilai langkah itu merupakan bentuk dukungan pemerintah guna menjaga stabilitas dan keamanan di sekitar keraton.
“Ya itu komitmen pemerintah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kita sama-sama tahu suksesi PB XIII menimbulkan gejolak. Jadi ini komitmen pemerintah agar Kota Surakarta tetap kondusif,” jelas perempuan yang akrab disapa Gusti Timoer, Jumat (8/11).
Timoer menambahkan, pembacaan ikrar penetapan Gusti Purbaya sebagai PB XIV saat prosesi pemberangkatan jenazah PB XIII merupakan langkah yang sudah menjadi keharusan adat. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di keraton.
“Kalau itu memang sudah keharusan. Saat jenazah diberangkatkan harus sudah ada yang ditunjuk untuk mengisi kekosongan jabatan. Karena itu (Gusti Purbaya) juga tidak ikut mengantar ke Imogiri,” terang Timoer.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengimbau seluruh pihak menjaga suasana kondusif selama masa transisi tersebut. Pemkot, kata dia, tidak akan ikut campur dalam urusan internal suksesi, tetapi akan turun tangan bila stabilitas keamanan kota terganggu.
“Kami akan serius bertindak saat keamanan dan kondusivitas warga kami terganggu,” tegas Respati. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno