RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto menyayangkan lambannya proses sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) untuk satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Respati sampai geram mendapat laporan dari SPPG bahwa SLHS yang mereka urus tak kunjung keluar meski sudah dinyatakan layak.
Hal itu terungkap saat rapat koordinasi Satgas MBG Kota Solo di Balaikota Surakarta, Rabu (5/11) lalu.
Wali kota pun langsung meminta Dinas Kesehatan dan DPMPTSP untuk memberi penjelasan. Sayangnya, OPD terkait justru saling lempar. Di waktu bersamaan wali kota meminta agar dinas terkait segera memproses agar SPPG terkait bisa segera beroperasi.
”Ini introspeksi dari DPMPTSP dan Dinkes (Dinas Kesehatan) uncal-uncalan ra genah (saling lempar tidak jelas). Ini jadi catatan lagi, lagi, dan lagi. Saya tunggu sampai hari Selasa, administrasi kita membereskan semuanya dan DPMPTSP kita minta jemput bola,” kata dia.
Dari data yang ada, sampai saat ini sudah ada 10 SLHS yang sudah dikeluarkan Pemerintah Kota Solo dari banyak SPPG yang sudah mengajukan.
Meski demikian, Respati menegaskan, lamanya proses penerbitan SLHS itu tidak selalu karena administrasi yang lama. Ada sejumlah kasus seperti kendala di SPPG setempat.
”Kami kan prinsipnya kehati-hatian. Saya cek tadi ada yang memang belum siap seperti ada bakteri, sehingga SLHS tidak dikeluarkan walaupun mereka menyatakan akan ambil air dari tempat lain. Ini yang kami tidak bisa. Harga mati, kalau sudah benar-benar di situ ada bakteri kita tidak bisa keluarkan SLHS,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu Pemkot Solo kembali menegaskan prioritas utama dalam mengawal program MBG adalah prinsip kehati-hatian. Karena itu pihaknya akan cukup tegas dalam penerapan standar keamanan pangan.
Hal berbeda jika semua syarat sudah baik namun SLHS belum keluar karena kesalahan dinas. Ini akan menjadi catatan keras untuk jajarannya.
”Kalau yang sudah rekomendasi tapi sampai belum keluar dan ada eror, itu yang akan kita tindak tegas,” tegas Respati.
Salah satu peserta rakor dari SPPG Danukusuman 2, Rizqon menyampaikan keluhannya terkait SPPG yang belum keluar meski rekomendasi dan semua persyaratan sudah dinyatakan baik. Pihaknya berharap SLHS segera keluar agar dapur mereka segera beroperasi.
”Masih menunggu sudah diajukan dan dicek dari tanggal 14 bulan lalu. Semoga hari ini keluar,” tandasnya. (ves/adi)
Editor : Niko auglandy