Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Solo Siagakan Tim Reaksi Cepat, Ini Daerah yang Harus Diwaspadai
Silvester Kurniawan• Senin, 10 November 2025 | 02:07 WIB
Seorang pejalan kaki sedang menikmati cuaca cerah Minggu pagi (9/11). (Arief Budiman/Radar Solo)
RADARSOLO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo menyiagakan tim reaksi cepat dan mengintensifkan pengawasan di wilayah bantaran sungai. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem di masa pancaroba.
Kepala BPBD Kota Surakarta, Niko Agus Putranto, mengatakan seluruh jajaran BPBD dan jaringan relawan kebencanaan di tingkat kelurahan telah bersiaga 24 jam. Pihaknya mewaspadai peralihan musim dari kemarau ke penghujan yang berpotensi memunculkan fenomena cuaca ekstrem.
“Semua personel, mulai dari relawan di wilayah hingga jajaran BPBD, siaga 24 jam untuk menghadapi potensi bencana yang bisa muncul sewaktu-waktu,” ujarnya, Minggu (9/11).
BPBD juga menyiapkan seluruh sarana dan prasarana pendukung, termasuk logistik, perlengkapan, serta tim reaksi cepat (TRC) yang siap diterjunkan ke lokasi kejadian kapan pun dibutuhkan.
“Begitu ada laporan masuk, tim langsung bisa meluncur ke lapangan. Selain itu, setiap kali hujan berlangsung lebih dari 30 menit, tim monitoring juga berpatroli ke wilayah aliran sungai untuk mengantisipasi banjir atau genangan,” jelas Niko.
Bentuk kewaspadaan tersebut mencakup potensi bencana pohon tumbang, banjir, genangan air, hingga longsor tebing sungai.
Sementara itu, Stasiun Meteorologi (BMKG) Kelas II Ahmad Yani Semarang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring intensitas hujan yang mulai meningkat di sejumlah daerah Jawa Tengah.
“Waspada hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Dampaknya bisa berupa banjir, longsor, pohon tumbang, hingga genangan air,” terang Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Semarang, Arif N. (ves/bun)