RADARSOLO.COM – Polemik keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RW 10 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, akhirnya menemui titik akhir.
Setelah serangkaian mediasi tidak menghasilkan kesepakatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo resmi menginstruksikan agar SPPG tersebut mencari lokasi baru.
Camat Banjarsari Beni Supartono Putro membenarkan bahwa hingga kini warga sekitar tetap menolak kehadiran SPPG di wilayah mereka.
Warga bersikukuh agar dapur MBG itu dipindahkan ke tempat lain. Keputusan ini juga sejalan dengan arahan Wali Kota Solo Respati Ardi yang meminta agar lokasi baru segera ditentukan.
“Arahan wali kota diminta cari titik lokasi baru. Jadi memang keseluruhan warga di area itu menolak,” ujar Beni, Minggu (9/11).
Menurut Beni, upaya mediasi sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Dalam setiap pertemuan, pihak kelurahan, kecamatan, hingga perwakilan SPPG telah memberikan penjelasan mengenai manfaat dan potensi dampak keberadaan dapur MBG. Namun, seluruh warga tetap pada pendirian menolak.
“Kami sudah tiga kali melakukan mediasi. Bahkan mediasi terakhir semua pihak dihadirkan. Semua sudah disampaikan, tapi di salah satu gang itu semua warga kompak menolak,” paparnya.
Penolakan terhadap SPPG yang berlokasi di Jalan Pajajaran Utara III, Sumber, mulai mencuat sejak beberapa bulan terakhir. Warga menilai keberadaan fasilitas tersebut berdampak terhadap lingkungan permukiman mereka.
Di sisi lain, terungkap bahwa pendirian SPPG tersebut belum sepenuhnya memenuhi persyaratan administrasi, di antaranya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), dan Surat Pernyataan Kesanggupan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL).
Akibatnya, pembangunan dapur MBG itu dihentikan sementara hingga proses pemenuhan izin dan penentuan lokasi baru selesai.
“Kita kembalikan sesuai peraturan yang berlaku. Ya wis pindah, isih akeh panggon (Ya sudah pindah saja, masih banyak lokasi lain, Red),” tegas Wali Kota Solo Respati Ardi beberapa waktu lalu.
Dengan keputusan tersebut, Pemkot berharap program Makan Bergizi Gratis tetap bisa berjalan optimal di wilayah lain tanpa menimbulkan penolakan dari warga. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy