Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Solo Photo Festival 2025 Resmi Dibuka! FSRD ISI Surakarta Usung Tema “Cahaya Negeri” di Momen Hari Pahlawan

Damianus Bram • Selasa, 11 November 2025 | 19:07 WIB
Pengunjung menikmati karya fotografi dipamerkan dalam Solo Photo Festival (SPF) 2025 yang digelar FSRD ISI Surakarta.
Pengunjung menikmati karya fotografi dipamerkan dalam Solo Photo Festival (SPF) 2025 yang digelar FSRD ISI Surakarta.

RADARSOLO.COM – Kota Solo kembali menegaskan posisinya sebagai ruang kreatif dengan diselenggarakannya Solo Photo Festival (SPF) 2025.

Perhelatan fotografi berskala nasional ini mengusung tema “Cahaya Negeri: Jejak Visual dalam Proses Transformasi” dan diselenggarakan oleh Program Studi Fotografi, FSRD ISI Surakarta.

Festival yang berlangsung pada 10–15 November 2025 di Area Kampus II ISI Surakarta ini dirancang sebagai ajang pertemuan lintas disiplin, menggabungkan nilai akademis, partisipatif, dan kolaboratif.

Pembukaan Khidmat di Hari Pahlawan

Baca Juga: ISI Surakarta dan Sanggar Omah Wayang Mas Kamto Ajak Siswa SD Kenali Pentas Wayang: Media Implementasi Hibah PISN Kemendiktisainstek 2025

Acara pembukaan SPF 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Senin, 10 November 2025. Pembukaan diawali dengan upacara bendera yang khidmat di halaman pagoda Kampus II.

Bertindak sebagai pembina upacara, Dr. Ana Rosmiati, S.Pd., M.Hum, Dekan FSRD ISI Surakarta, menyampaikan bahwa semangat kepahlawanan tercermin dalam dedikasi intelektual dan kreativitas.

“Melalui fotografi, kita dapat meneladani para pahlawan dengan cara merekam, menafsirkan, dan meneruskan semangat perjuangan ke dalam karya visual yang menggugah kesadaran publik,” ujarnya.

Dr. Ana Rosmiati menekankan bahwa tema “Cahaya Negeri” mengandung pesan tentang pentingnya cahaya, baik secara harfiah maupun simbolis, sebagai representasi pengetahuan, harapan, dan kebenaran.

Pameran Outdoor dan Refleksi Sosial

Usai upacara, seluruh peserta mengikuti arak-arakan menuju lokasi pameran yang terletak di halaman depan Gedung 3.

Pameran tahun ini disajikan dalam format luar ruangan (outdoor), menampilkan karya-karya fotografi dengan keberagaman gaya, teknik, dan sudut pandang.

Karya yang dipamerkan merefleksikan makna cahaya dalam konteks kehidupan Indonesia—menyoroti keseharian masyarakat, hiruk pikuk modernitas, hingga simbol spiritualitas dan ekspresi kebebasan.

Anin Astiti, S.Sn., M.Sn., pembina SPF, berharap festival ini menjadi wadah yang menumbuhkan semangat kreatif dan memperkuat kolaborasi lintas bidang di lingkungan ISI Surakarta. (*/dam)

Editor : Damianus Bram
#spf 2025 #Solo Photo Festival #isi surakarta #prodi fotografi