RADARSOLO.COM – Setelah cukup lama memilih menahan diri dari komentar soal suksesi penerus tahta Kasunanan Surakarta, Lembaga Dewan Adat (LDA) akhirnya angkat bicara. Lembaga ini menegaskan bahwa proses penentuan raja penerus harus melalui rembug keluarga besar, agar berjalan sesuai dengan ketentuan adat dan hukum nasional.
Melalui keterangan tertulis yang diterima Radar Solo, Rabu (12/11) siang, GKR Koes Murtiyah Wandansari menjelaskan bahwa Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan cagar budaya penting dan bagian dari peradaban bangsa Indonesia. Karena itu, keberadaannya wajib dilindungi berdasarkan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dalam rangka menjalankan amanat konstitusi dan pemajuan kebudayaan di Keraton Surakarta Hadiningrat, negara melalui Kementerian Kebudayaan wajib hadir untuk memastikan pengelolaan keraton berjalan lancar,” ujar adik mendiang PB XIII Hangabehi tersebut.
Menurutnya, kelancaran yang dimaksud adalah proses yang sesuai ketetapan adat dan sinkron dengan hukum nasional, agar berjalan dengan baik, tertib, damai, dan penuh hikmat.
Lebih lanjut, GKR Wandansari menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan di Keraton Surakarta perlu dibahas matang antaranggota keluarga besar.
Hal ini penting agar pelaksanaannya tidak menyalahi adat maupun ketentuan hukum nasional, mengingat Karaton Surakarta Hadiningrat merupakan National Living Heritage — cagar budaya hidup yang masih memiliki elemen tradisi lengkap hingga kini.
“Saat ini, KGPH Hangabehi sebagai putra tertua PB XIII masih terus berupaya berkomunikasi dengan adiknya, KGPH Purboyo. Pembicaraan itu masih berproses dan belum mencapai titik akhir,” jelasnya.
Sebagai informasi, Jumat (8/11) lalu, KGPH Hangabehi sempat memberikan pernyataan kepada awak media di Solo. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa proses suksesi masih menjadi ranah internal keluarga dan belum dapat diputuskan secara sepihak.
“Saya terus berkomunikasi dengan adik saya untuk membahas langkah ke depan. Biarkan ini menjadi urusan keluarga terlebih dahulu,” kata kakak laki-laki KGPH Purboyo, yang oleh sebagian pihak disebut-sebut sebagai calon kuat PB XIV. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy