RADARSOLO.COM – Perwakilan KGPA Tedjowulan, Kanjeng Pakoenagoro, menegaskan bahwa adik mendiang SISKS Pakubuwono (PB) XIII tersebut tidak berada dalam posisi mendukung atau menolak wacana pelantikan Gusti Purboyo sebagai penerus takhta Keraton Surakarta Hadiningrat.
Melalui sambungan telepon, Rabu (12/11) siang, Kanjeng Pakoenagoro menjelaskan kondisi terkini di lingkungan keraton.
Dia memastikan bahwa komunikasi antara pihak Tedjowulan dengan seluruh keluarga besar, baik putra-putri PB XII maupun PB XIII, masih terus berlangsung.
Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan dengan pemerintah, mulai dari Pemkot Surakarta, Pemprov Jawa Tengah, hingga Menteri Kebudayaan Fadli Zon, terkait pengelolaan Keraton Surakarta Hadiningrat.
“Pak Menteri sudah mengeluarkan surat tertanggal 10 November kemarin. Intinya menyatakan bahwa keraton merupakan cagar budaya penting yang wajib dilindungi oleh undang-undang. Negara wajib hadir untuk memastikan keraton berjalan sesuai ketetapan adat dan hukum nasional. Pak Menteri juga mengonfirmasi bahwa Mahamenteri (KGPA Tedjowulan) menjalankan fungsi ad interim sesuai SK Mendagri,” terang Kanjeng Pakoenagoro.
Terkait suksesi kepemimpinan Keraton Surakarta, pemerintah meminta seluruh pihak untuk menahan diri, berkoordinasi, dan melakukan rembug keluarga dengan KGPA Tedjowulan. Langkah ini dimaksudkan agar suasana tetap kondusif dan keputusan diambil dengan mengedepankan musyawarah.
“Dalam hal ini, posisi Panembahan Agung Tedjowulan bukan untuk mendukung atau menolak salah satu pihak. Beliau berupaya merangkul semua pihak dan mengonsolidasikan seluruh unsur. Tahapan untuk bertemu putra-putri dalem, baik PB XII maupun PB XIII, masih berjalan dan belum mengerucut pada satu atau dua nama,” jelasnya.
Kanjeng Pakoenagoro menegaskan kembali bahwa pihaknya belum mengambil sikap terkait wacana upacara adat pelantikan raja baru yang disebut akan digelar pada Sabtu (15/11) mendatang.
“Apakah Sabtu besok akan hadir? Kami perlu mengingatkan bahwa sudah ada surat dari Menteri Kebudayaan yang meminta semua pihak menahan diri, dan tidak melangkah tanpa koordinasi atau rembug keluarga dengan Mahamenteri (Tedjowulan),” tegasnya.
Baca Juga: Persiku Kudus Menggila, PSIS Semarang Dibuat Babak Belur: Persaingan Papan Bawah Liga 2 Memanas
Sebelumnya, pada prosesi pemberangkatan jenazah SISKS Pakubuwono XIII pada 5 November lalu, KGPA Tedjowulan juga sempat menyampaikan bahwa penentuan penerus tahta tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
“Walaupun sudah ada yang menyebut beberapa nama calon penerus, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Keraton Surakarta,” ujar Tedjowulan kala itu. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy