RADARSOLO.COM - Keraton Kasunanan Surakarta akan menggelar jumenengan atau penobatan raja baru bergelar Pakubuwono XIV pada Sabtu (15/11) mendatang.
Upacara sakral ini menjadi momen penting dalam sejarah dan budaya Jawa, menandai peralihan kekuasaan serta penerusan garis keturunan raja yang telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun di Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Surakarta, jumenengan berasal dari kata Jawa "dumeneng" yang berarti berdiri atau naik tahta.
Tradisi ini bukan sekadar seremoni politik, melainkan juga mengandung makna spiritual dan simbolik.
Seorang raja dianggap sebagai wakil Tuhan di bumi yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Oleh karena itu, prosesi jumenengan dijalankan dengan tata cara adat yang ketat dan penuh makna filosofis.
Dalam upacara jumenengan, berbagai tahapan sakral dilakukan di dalam lingkungan keraton.
Biasanya dimulai dengan wilujengan atau doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan sabda raja, serta prosesi siraman sebagai simbol penyucian diri calon raja sebelum menerima gelar.
Puncak acara ditandai dengan pengucapan gelar kebesaran oleh para abdi dalem dan penobatan resmi di hadapan keluarga keraton serta tamu undangan.
Selain sebagai peristiwa kenegaraan dalam konteks budaya Jawa, jumenengan juga menjadi ajang pelestarian seni dan adat istiadat.
Beragam kesenian tradisional seperti gamelan, tari bedhaya ketawang, dan puspa warsa biasanya turut mengiringi jalannya upacara.
Tradisi jumenengan di Keraton Surakarta terakhir kali digelar pada masa Pakubuwono XIII yang memerintah sejak 2004.
Siapa Raja Keraton Kasunanan Surakarta Selanjutnya?
Melansir akun Instagram Keraton Kasunanan Surakarta, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo, telah menyatakan diri sebagai Pakubuwono XIV.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pemberangkatan jenazah Sri Susuhunan Pakubuwono XIII ke Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, pada 5 November 2025.
"Bangsal Parasdya menjadi saksi pengangkatan KGPAA Hamankunegoro sebagai Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhynan (SISKS) Pakoe Boewono XIV," tulis akun @kraton_solo.
KGPAA Hamengkunegoro merupakan putra laki-laki dari Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIII dengan Permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono.
Ia lahir di Surakarta pada 26 September 2002, saat ayahandanya masih bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi.
Kala itu, sang pangeran muda bernama Bandoro Raden Mas (BRM) Suryo Aryo Mustiko.
Setelah sang ayah naik takhta pada tahun 2004, gelarnya berubah menjadi Gusti Raden Mas (GRM).
Kemudian, saat menjadi Pangeran Putra, ia bergelar Gusti Pangeran Harya (GPH) Purboyo. Sebelum ditetapkan sebagai Putra Mahkota, gelarnya menjadi Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Purboyo.
Lalu pada 27 Februari 2022, ia resmi diangkat sebagai Pangeran Pati (Putra Mahkota) dengan gelar KGPAA Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.(np)
Editor : Nur Pramudito