Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Putri Tertua PB XIII Geram, Sebut Penobatan Kakaknya Cacat Adat

Silvester Kurniawan • Jumat, 14 November 2025 | 01:19 WIB
KGPH Purbaya bersama ibundanya. (M Ihsan/Radar Solo)
KGPH Purbaya bersama ibundanya. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Bara perebutan takhta Keraton Kasunanan Surakarta kian menyala. GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, putri tertua mendiang PB XIII Hangabehi, meluapkan kekecewaannya terhadap sang adik, KGPH Hangabehi (Gusti Mangkubumi). Sebab dia menobatkan diri sebagai SISKS Paku Buwono XIV dalam pertemuan keluarga yang difasilitasi Mahamenteri KGPH Tedjowulan dan Lembaga Dewan Adat (LDA), Kamis (13/11).

Ditemui usai pertemuan keluarga, perempuan yang akrab disapa Gusti Timoer itu tak bisa menyembunyikan amarahnya. Ia menyebut langkah adiknya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kesepakatan keluarga besar putra-putri PB XIII.

“Ini seperti mengulang suksesi PB XIII yang lalu. Saya sedih saja, Gusti Mangkubumi bisa berkhianat dengan kami, kakak-kakaknya dan adik-adiknya. Itu yang saya sesalkan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, keluarga sudah bersepakat bahwa KGPH Purboyo, adik laki-laki mereka yang selama ini menyandang gelar Putra Mahkota, akan menjadi penerus tahta Kasunanan.

Kesepakatan itu bahkan dibahas secara terbuka di hadapan Wali Kota Solo Respati Ardi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat melayat mendiang PB XIII.

“Kami sudah bicara di depan gubernur, Pak Respati, dan Mas Gibran. Semua sudah sepakat mendudukkan Putra Mahkota. Di situ saya sudah menegaskan hal itu,” tegasnya.

Sebab itu, Timoer menilai penobatan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV cacat secara hukum maupun adat. Ia menuding pertemuan keluarga yang digelar di Sasana Handrawina tidak representatif dan tidak melibatkan seluruh keturunan PB XIII.

“Pertemuan itu cacat hukum. Tidak bisa mewakili kami, karena dari pihak kami tidak ada yang hadir selain Mangkubumi. Dari 23 undangan putra-putri PB XII, hanya enam yang datang, dan dua di antaranya walkout,” ungkapnya.

Meski kecewa, Gusti Timoer memastikan prosesi penobatan KGPH Purboyo sebagai SISKS PB XIV tetap akan dilaksanakan pada Sabtu (15/11) mendatang.

“Akan tetap kami laksanakan. Silakan masyarakat menilai sendiri mana yang benar, baik dari segi hukum maupun adat,” tandasnya.

Kisruh ini kian menegaskan bahwa bayang-bayang konflik suksesi 2004—ketika PB XII wafat tanpa menunjuk penerus dan melahirkan dua raja—masih membayangi perjalanan panjang Keraton Surakarta hingga kini. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno