RADARSOLO.COM - Panitia Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Paku Buwono (PB) XIV mengklaim telah mengundang berbagai pihak untuk ikut serta dalam upacara adat pengukuhan raja baru Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di sisi lain, Lembaga Dewan Adat (LDA) yang dinahkodai GKR Wandansari Koes Moertiyah dan Mahanmenteri KGPA Tedjowulan menegaskan tak hadir dalam kegiatan itu.
Dalam sesi jumpa pers yang berlangsung di Keraton Surakarta Hadiningrat, Jumat kemarin (14/11) persiapan upacara adat penobatan atau pengukuhan raha baru itu sudah siap seluruhnya. Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo sejumlah area keraton sudah dipasangi janur untuk persiapan pengukuhan KGPH Purboyo menjadi SISKS PB XIV pada Sabtu (15/11).
"Untuk undangan sudah dikirim semua, termasuk untuk walikota, gubernur, bahkan Pak Jokowi juga sudah. Tetapi kalau kehadiran masih dikonfirmasi. Semua pihak diundang, abdi dalem, sentono dalem, keluarga dan semua kerabat," kata GKR Timoer Rumbay, anak tertua PB XIII dan kakak tertua KGPH Purbaya.
Di waktu berbeda, LDA yang dipimpin GKR Wandansari Koes Murtiyah memastikan bahwa pihaknya tidak akan hadir ke acara penobatan KGPH Purbaya menjadi PB XIV. Sebab, LDA sudah memiliki calon PB XIV yakni KGPH Hangabehi. Sebab itu, dirinya memasstikan keluarga besar yang mendukung Hangabehi menjadi penerus tahta kasunanan tidak akan hadir dalam kegiatan yang dihelat Sabtu (15/11) besok.
"Biar saja dia (pendukung KGPH Purboyo, Red) kalau mau jalan. Saya tetap akan berpegang pada 40 atau 100 hari. Kami tidak akan menghadiri begitu juga Hangabehi (PB XIV versi LDA). Saya tidak perlu bicara mereka sudah tahu. Bagi keluarga besar (acara jumenengan KGPH Purbaya) tidak sah," tegas adik PB XIII yang akrab di sapa Gusti Moeng itu.
Senada dengan LDA, Mahamenteri KGPH Panembahan Agung Tedjowulan memastikan kalau dirinya tidak akan menghadiri acara jumenengan untuk menobatkan KGPH Purboyo sebagai PB XIV. Meski demikian ketidakhadirannya itu bukan karena tidak mau namun karena harus menghadiri acara di luar ngeri.
"Besok saya tidak datang, ada acara di luar negeri," kata dia.
Di waktu berbeda, tepatnya pada Jumat (14/11) Tedjowulan bersurat ke KGPH Purbaya melalui adik kandungnya KGPH Dipokusumo selaku pemangku atau pemegang jabatan Pengageng Parentah Karaton dan Pengageng Keputren GKR Alit di Keraton Surakarta Hadiningrat. Surat berisi permintaan untuk penundaan sementara Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS PB XIV itu pun telah ditembuskan ke sejumlah pihak seperti pihak kepolisian dan TNI, Pemkot Surakarta, DPRD Surakarta dan Kejaksaan Surakarta.
"Kami mengingatkan agar yang bersangkutan dan pihak-pihak terkait untuk menahan diri. Kita masih dalam masa berkabung 40 hari atas Suruddalem/wafatnya SISKS Paku Buwono XIII dan fokus mendoakan Sawarga," kata Tedjowulan. (ves)
Editor : Kabun Triyatno