RADARSOLO.COM - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo terus mengintensifkan upaya memperkenalkan program Health Tourism sebagai salah satu potensi wisata unggulan Kota Bengawan.
Dalam kegiatan terbaru, Disbudpar menggandeng sejumlah rumah sakit ternama di Solo serta melibatkan para pelaku industri wisata untuk memperluas pemahaman mengenai layanan kesehatan yang dapat menjadi daya tarik wisata.
Kabid Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kota Solo Gembong Hadi menjelaskan, program ini bertujuan mengenalkan konsep wisata kesehatan, yang terbagi menjadi dua kategori besar: Wellness Tourism dan Medical Tourism. Untuk kesempatan kali ini, fokus diarahkan pada wisata medis dengan mengenalkan berbagai layanan unggulan di rumah sakit.
“Health Tourism ada dua. Pertama, Wellness Tourism seperti jamu, spa, dan layanan kebugaran. Kedua, Medical Tourism yang berkaitan dengan layanan medis di rumah sakit seperti ini,” jelasnya saat ditemui di RS PKU Muhammadiyah Solo.
Dalam kunjungan tersebut, para peserta yang berasal dari berbagai pemangku kepentingan mengikuti Hospital Tour untuk meninjau layanan medis unggulan RS PKU.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilakukan di RS DKT Slamet Riyadi, RS Dr. Oen Kandang Sapi, dan RS Kasih Ibu Solo. Melalui rangkaian kunjungan itu, peserta diharapkan mampu menggaungkan berbagai layanan Medical Tourism yang tersedia di Solo.
“Kami harap para peserta mendapatkan informasi yang utuh tentang layanan medis di berbagai rumah sakit. Saat ini baru empat rumah sakit yang bekerja sama, tetapi ke depan sangat mungkin jumlahnya bertambah,” imbuh Gembong.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Penunjang Medis RS PKU Muhammadiyah Solo Siti Wahyuningsih menyatakan, dukungan penuh pihak rumah sakit terhadap visi Wali Kota untuk menjadikan Solo sebagai destinasi Health Tourism. RS PKU, menurutnya, memiliki kapasitas untuk bergerak di dua ranah sekaligus—Wellness Tourism dan Medical Tourism.
“Terima kasih kepada Disbudpar yang mempertemukan kami dengan para pelaku wisata agar mereka lebih memahami layanan yang kami miliki,” ujarnya.
Bu Ning, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa RS PKU Muhammadiyah Solo memiliki berbagai layanan unggulan.
Mulai dari tindakan operasi dengan sayatan minimal untuk batu ginjal, program inseminasi buatan, persalinan suite room, Medical Check Up, vaksinasi perjalanan luar negeri, poli eksekutif one-stop service, katerisasi jantung, hingga layanan penanganan otak.
“Selain program unggulan, kami juga melayani BPJS Kesehatan. Rumah sakit ini memiliki banyak subspesialis baik bedah maupun non-bedah. Kami akan melayani pasien sesuai kebutuhannya, bahkan bila memerlukan kolaborasi lintas disiplin,” tegasnya.
Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memperluas promosi wisata kesehatan dan menjadikan Solo sebagai salah satu pusat Health Tourism yang kompetitif di Indonesia. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy