Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemkot Solo Diberi Waktu 4 Tahun Siapkan Dokter Untuk RS Kardiologi Emirate–Indonesia

Silvester Kurniawan • Jumat, 21 November 2025 | 03:02 WIB

 

CEK FASILITAS: Presiden Prabowo bersama pejabat UEA meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirat-Indonesia di Jebres, Rabu (19/11).   
CEK FASILITAS: Presiden Prabowo bersama pejabat UEA meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirat-Indonesia di Jebres, Rabu (19/11).  

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memiliki waktu empat tahun untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan sebelum pengelolaan RS Kardiologi Emirate–Indonesia resmi sepenuhnya diserahkan kepada daerah.

Rumah sakit berteknologi tinggi yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto itu kini masih berada di bawah operasional Kementerian Kesehatan melalui RS Dr. Sardjito.

Wali Kota Solo Respati Ardi, menyampaikan bahwa pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.

“Kami diberi waktu untuk menyiapkan dokter, tenaga medis yang siap hingga empat tahun kemungkinan baru diserahkan ke pemerintah kota,” ujarnya.

Respati mengaku sangat bersyukur rumah sakit rujukan jantung berskala internasional itu akhirnya diresmikan pemerintah pusat pada Rabu (19/11). Ia berharap kehadiran fasilitas kesehatan tersebut membawa manfaat luas bagi masyarakat Solo dan daerah sekitarnya.

Alhamdulillah sudah beroperasi. Harapannya benar-benar manfaatnya bisa dirasakan oleh warga Solo dan masyarakat lain dari berbagai daerah,” tuturnya.

Selama empat tahun masa transisi, Pemkot Solo bakal menyusun roadmap lengkap untuk memenuhi seluruh kebutuhan tenaga medis dan nonmedis sebagai persiapan menuju pengelolaan mandiri. Termasuk di dalamnya, penyediaan SDM dokter dan perawat yang memadai.

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, pemkot siap memfasilitasi warga Solo maupun daerah lain yang memiliki kemampuan dan minat menempuh pendidikan kedokteran. Pemkot bahkan membuka peluang pemberian beasiswa kedokteran dengan syarat penerimanya bersedia mengabdi di RS Kardiologi setelah lulus.

“Warga Solo yang punya kemampuan untuk pendidikan dokter kami siap memfasilitasi hingga lulus. Tetapi harus ada komitmen, jangan ke rumah sakit atau kota lain karena Solo masih membutuhkan tenaga medis,” jelasnya.

Selain itu, pemkot juga menyiapkan kolaborasi dengan Uni Emirat Arab untuk program pertukaran dokter serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan RS Kardiologi Emirate–Indonesia. Pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan 66 rumah sakit baru di seluruh Indonesia dengan standar pelayanan serupa, sekaligus membuka 30 fakultas kedokteran tambahan untuk meningkatkan jumlah tenaga dokter nasional.

“Khusus untuk dokter saya upayakan sebagian besar kalau bisa semuanya insyaallah bisa beasiswa penuh. Kita akan tambah beasiswa penuh untuk dokter, perawat, dan paramedis,” tegas Presiden Prabowo. (ves/nik)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#RS kardiologi emirates indonesia #Prabowo #pemkot solo