Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Di Tengah Konflik Takhta Keraton Surakarta, Purbaya-Mangkubumi Tidak Saling Sapa saat Salat Jumat di Masjid Agung

Silvester Kurniawan • Sabtu, 22 November 2025 | 02:25 WIB
PB XIV Purbaya salat Jumat di Masjid Agung Solo, kemarin (21/11). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
PB XIV Purbaya salat Jumat di Masjid Agung Solo, kemarin (21/11). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Polemik "Raja Kembar" Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menyajikan momen unik dan canggung di Masjid Agung Surakarta. Dua tokoh yang sama-sama diklaim sebagai SISKS Paku Buwono (PB) XIV—PB XIV Mangkubumi (versi lembaga dewan adat) dan PB XIV Purbaya (versi kerabat dan putra-putri dalem)—menunaikan Salat Jumat berdampingan di saf terdepan, Jumat (21/11).

Meski hadir hampir bersamaan dan didampingi pendukung masing-masing, keduanya menunjukkan sikap neng-nengan, atau tidak saling tegur sapa maupun berbicara.

KGPH Mangkubumi juga menjalankan salat Jumat di Masjid Agung Solo. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
KGPH Mangkubumi juga menjalankan salat Jumat di Masjid Agung Solo. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

Usai salat, Mangkubumi langsung bergegas kembali ke Kori Kamandungan Keraton. Ia enggan berkomentar banyak saat ditanyai awak media mengenai penobatan Purbaya (Jumenengan Nata Binayangkare) maupun rencana pembentukan bebadan keraton versinya sendiri.

"Ini saya hanya menjalankan salat Jumat saja, belum berkeinginan komentar apapun. Ini fokus ibadah saja," kata Mangkubumi.

Mangkubumi menegaskan bahwa saat ini keraton masih dalam suasana duka dan berkabung selama 40 hari sepeninggal PB XIII.

"Pokoknya ini masih dalam rangka 40 hari berkabung, semuanya masih melaksanakan ibadah. Ingin mendoakan beliau yang ada di Imogiri," ucapnya, menolak membahas urusan suksesi dan bebadan.

Berbeda dengan Mangkubumi, Purbaya yang sebelumnya telah melalui prosesi pengukuhan pada Sabtu (15/11) sempat mampir ke ruangan Takmir Masjid Agung Surakarta. Setelah 30 menit, Purbaya keluar dan memberikan keterangan.

Purboyo mengungkapkan bahwa ia sempat berdiskusi mengenai manuskrip sejarah dengan pengelola Masjid Agung.

"Tadi membahas manuskrip sejarah, saya masih muda belajar juga. Intinya yang terbaik pasti, tidak mungkin niat jelek," kata Purbaya.

Ia juga menjelaskan mengenai struktur bebadan keraton baru yang ia patenkan, yang menggabungkan kerabat inti dengan nama-nama baru yang memiliki keahlian di bidang masing-masing.

Saat ditanya mengenai hubungannya dengan Mangkubumi, Purbaya menegaskan bahwa komunikasi di antara mereka tetap berjalan baik. "Baik sih komunikasi, saya adiknya, berkeluarga dengan baik," tuturnya. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #Lembaga Dewan Adat #Raja Kembar #sejarah