RADARSOLO.COM - Predikat Kota Solo sebagai kota inklusif semakin menguat setelah gelaran Indonesian Disability Art and Culture (INDACT) Festival berlangsung selama tiga hari berturut-turut, 21-23 November.
Momentum ini semakin lengkap dengan dinobatkannya Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani sebagai Bunda Penggerak Inklusi. Disusul pembentukan Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi) Chapter Solo.
Astrid menegaskan, gelar tersebut bukan sekadar simbol, tetapi bentuk komitmen nyata Pemkot Solo dalam mewujudkan kota ramah disabilitas.
“Gelar Bunda Penggerak Inklusi ini adalah komitmen. Anak berkebutuhan khusus (ABK) jangan dibedakan. Mereka memiliki hak yang sama dengan anak lainnya untuk belajar, mendapat pekerjaan, dan berkarya. Ini perlu didukung,” ujarnya, Senin (24/11).
Pada kesempatan ini, Astrid mengaku bersedia menjadi pembina Forkesi Chapter Solo.
“Forkesi adalah forum yang mempertemukan orang tua dan ABK dengan pendampingan yang tepat. Karena itu saya bersedia menjadi pembina Forkesi sekaligus Bunda Penggerak Inklusi Kota Solo,” tegasnya.
Astrid menilai, Solo memiliki modal kuat menuju kota inklusi penuh. Mulai dari banyaknya atlet disabilitas berprestasi asal Solo, pengalaman menggelar ajang Paralympic Games, hingga tumbuhnya ekosistem usaha ramah disabilitas seperti bisnis Kopi Tuli di Kota Solo.
“Saya akan lebih banyak mencari komunitas lokal dan penggerak tingkat paling bawah untuk disabilitas. Semuanya ingin saya gabungkan dalam komite disabilitas kota agar manfaatnya merata. Jangan ada yang merasa dibedakan. Semua memiliki hak yang sama,” kata Astrid.
Pemkot Solo berkomitmen mendukung seluruh inisiatif yang memperkuat inklusi, termasuk gagasan dari Forkesi.
“Kami akan mendukung semua program inklusif dan wadah agar disabilitas di Kota Solo semakin baik di semua bidang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Forkesi Chapter Solo Nana Sunar Sasih mengaku telah menyiapkan empat fokus utama untuk memperkuat ekosistem inklusi. Sebagai komitmen mendukung Pemkot Solo meraih Anugerah Prakasa Inklusi Level 2 melalui edukasi, advokasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Ia juga berkomitmen memfasilitasi kebutuhan disabilitas, agar mendapatkan layanan yang lebih layak, mudah dijangkau, dan ramah aksesibilitas. Serta membuka ruang ekspresi yang lebih luas melalui kegiatan seni, budaya, dan kreativitas agar disabilitas memiliki panggung untuk menunjukkan potensi.
Selain itu, juga mendorong kemandirian ekonomi kreatifdengan menyediakan pelatihan, pendampingan, hingga kemitraan untuk menciptakan peluang usaha berkelanjutan.
“Empat fokus ini kami susun agar Forkesi tidak hanya menjadi forum komunikasi, tapi juga motor penggerak kesejahteraan keluarga spesial di Solo. Kami ingin memastikan setiap penyandang disabilitas benar-benar merasakan manfaatnya,” jelas Ketua Forkesi. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto