RADARSOLO.COM—Kota Solo bersiap menyambut hajatan besar. Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Pemerintah Kota Surakarta bakal menggelar Festival Budaya Amerika-Indonesia yang megah. Acara tiga hari penuh kolaborasi seni dan penguatan kompetensi guru ini rencananya akan dihelat pada 7-9 Februari 2026.
Suasana kebanggaan terasa kental ketika Wali Kota Solo Respati Ardi ditemui di Balai Kota Solo usai menjamu perwakilan dari Kedutaan Amerika. Menurutnya, terpilihnya Solo sebagai tuan rumah adalah sebuah kehormatan dan pengakuan terhadap Kota Bengawan.
"Ini menjadi kebanggaan, karena hanya tiga kota di Indonesia yang akan menjadi penyelenggara kegiatan tersebut," ucap wali kota, Senin (24/11). Tiga kota yang beruntung menjadi simpul kolaborasi ini adalah Batam, Makassar, dan Solo.
Festival Amerika-Indonesia ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 Februari 2026, dan akan memecah kegiatannya di tiga lokasi strategis: Kampus UNS, Balai Kota Solo, dan Taman Balekambang.
Baca Juga: Solo Raih Penghargaan Kota Inklusif Ramah Disabilitas, Astrid Bunda Penggerak Inklusi
Bentuk kegiatannya sangat beragam, mewakili spektrum kolaborasi budaya yang luas. Mulai dari talkshow budaya yang mendalam, pagelaran dan pentas seni yang enerjik, hingga yang paling menarik perhatian: kolaborasi seni breakdance dan hiphop yang mewakili budaya urban Amerika.
"Bentuknya festival event, ada talkshow, kolaborasi budaya dari seni seperti breakdance - hiphop dan lainnya," beber Wali Kota. Ia menambahkan, perhelatan ini juga akan melibatkan kerja sama intensif dengan UNS.
Baca Juga: UNS Tuan Rumah IWAH 2025, Eksplorasi Empat Ikon Budaya Dan Sejarah Menarik Di Kota Solo
Selain gegap gempita seni, festival ini menyisipkan misi edukasi yang krusial. Dalam rangkaian acara tersebut, akan diselenggarakan workshop pelatihan Bahasa Inggris khusus untuk para guru di Kota Solo.
Menurut Respati Ardi, agenda pelatihan ini disematkan sebagai upaya penguatan kompetensi bagi tenaga pendidik di Kota Solo dalam menghadapi tantangan zaman.
"Tantangan kerja di era sekarang sangat tinggi, makanya ada aktivasi pelatihan itu," tuturnya. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi guru untuk membimbing generasi muda di era globalisasi.
Lebih lanjut, wali kota menyatakan bahwa gelaran internasional ini juga membawa pesan penting bagi dunia luar. "Di sisi lain, kami ingin menunjukkan bahwa Solo aman untuk didatangi wisatawan mancanegara," tutupnya.
Dengan kolaborasi yang merangkum seni, edukasi, dan diplomasi budaya ini, Solo tidak hanya menampilkan kekayaan lokal, tetapi juga membuka diri lebar-lebar ke panggung internasional, memperkuat citranya sebagai kota yang modern sekaligus berbudaya. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno