Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Cinta Ditolak, Jukir Lukai Karyawan dengan Sajam. Ada Tiga Korban, Ini Kronologisnya

Antonius Christian • Rabu, 26 November 2025 | 19:49 WIB
Ilustrasi penangkapan pelaku kriminalitas oleh Polisi.
Ilustrasi penangkapan pelaku kriminalitas oleh Polisi.

RADARSOLO.COM- Cinta ditolak, sajam bertindak. hal inilah yang dialami ES, 33, warga Jogja. Gara-gara menolak cinta, dia malah jadi korban pembacokan. Pelaku sendiri masih jadi buronan polisi.

Wakasatreskrim Polresta Solo AKP Sudarmianto menuturkan, aksi nekat ini terjadi di sebuah toko minuman di kawasan Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari. Di mana dua orang pria yang biasanya menjadi Jukir di depan toko tersebut masuk kedalam toko sambil membawa sajam.

"Mereka tiba-tiba masuk kedalam toko, lalu menyerang para karyawan yang berada di dalam toko. Tiga orang mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam. Korbannya dua orang wanita dan satu cowok,” jelasnya, Rabu (26/11).

Ketiga korban masing-masing berinisial ES, AGP, 21, warga Boyolali, dan MFI, 21, warga Karanganyar. ES mengalami luka bacokan di bagian kepala, AGP menderita luka pada pundak, sementara MFI mengalami luka pada bagian pinggang. Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Peristiwa tersebut berlangsung begitu cepat. Pelaku disebut datang dengan mengendarai sepeda motor, kemudian masuk ke dalam area toko dan langsung melakukan penganiayaan tanpa banyak bicara.

Sejumlah karyawan yang berada di tempat kejadian tidak sempat melarikan diri karena keadaan berlangsung mendadak dan penuh kepanikan.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pendalaman mengarah pada dugaan kuat motif asmara.

“Si G (terduga pelaku) suka sama ES, korban pertama, tapi tidak ditanggapi. Kemudian dia marah, emosi, mendatangi tempat kerjanya ES,” ungkap Sudarmiyanto.

Penolakan ini disebut memicu pelaku untuk nekat melakukan penyerangan. Pelaku G diduga merasa sakit hati karena keinginannya untuk menjalin hubungan dengan ES tidak pernah direspons. Saat mendatangi toko, pelaku tak hanya menyerang ES, tetapi juga menyasar dua karyawan lain yang mencoba melindungi atau berada dekat dengan korban.

Sudarmiyanto menegaskan, pihaknya telah mengantongi identitas kedua pelaku. Keduanya diketahui merupakan juru parkir yang biasa berjaga di sekitar kawasan toko. Mereka diduga memang sudah merencanakan penyerangan dengan datang membawa senjata tajam.

Setelah melakukan aksi brutalnya, kedua pelaku melarikan diri. Polisi masih melakukan pengejaran dan membentuk tim untuk memburu pelaku hingga tertangkap.

“Informasinya pelaku dua orang, G dan temannya. Belum (diamankan), masih dalam pengejaran. Informasi sementara keduanya sesama juru parkir. Kami sudah mendatangi tempat kerja dan rumah pelaku, namun keduanya juga belum kita ketemukan” tegasnya.

Sementara itu, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat keberadaan pelaku maupun aktivitas mencurigakan di sekitar wilayah Solo. Satreskrim Polresta Solo memastikan proses penanganan kasus akan terus dikawal hingga pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penyidikan masih berlanjut dan polisi membuka kemungkinan pengembangan kasus apabila ditemukan adanya keterlibatan pihak lain atau motif tambahan selain masalah asmara. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#pembacokan #korban #solo #jukir