RADARSOLO.COM — Sejumlah kelurahan memperoleh apresiasi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surakarta karena dinilai aktif mendorong masyarakat agar semakin tertib dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Optimalisasi peran kewilayahan dinilai krusial mengingat target realisasi PBB-P2 setiap tahun terus meningkat.
Kepala Bapenda Kota Surakarta Widyastuti Pratiwiningsih menyampaikan, target PBB-P2 secara konsisten naik dari tahun ke tahun sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor.
Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada lurah, camat, serta unsur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) yang telah berperan aktif mendorong percepatan serapan pajak di wilayah masing-masing.
“Ini bentuk apresiasi atas perjuangan rekan-rekan wilayah seperti kelurahan, kecamatan, dan LPMK. Kami menyadari tanpa bantuan perangkat daerah di wilayah, realisasi PBB-P2 tentu tidak akan tercapai,” ujar Widyastuti.
Dia menjelaskan bahwa unsur kewilayahan dan masyarakat setempat menjadi aktor penting SPPT PBB-P2 diterbitkan.
Para pemangku wilayah diharapkan berperan memastikan surat tagihan benar-benar diterima oleh wajib pajak agar pembayaran dapat dilakukan tepat waktu.
“Yang paling memahami kondisi masyarakat itu rekan-rekan di wilayah. Karena itu penggeraknya bisa dimotori oleh kelurahan agar pembayaran PBB-P2 maupun Pajak Kendaraan Bermotor bisa tercapai, minimal mendekati target,” bebernya.
Tahun 2025, target PBB-P2 Kota Surakarta dipatok Rp 105 miliar. Hingga saat ini, realisasi mencapai 88 persen atau senilai Rp 93 miliar. Bapenda berharap capaian tersebut terus meningkat hingga akhir tahun dengan dukungan penuh dari seluruh unsur kewilayahan dan tokoh masyarakat.
Widyastuti menambahkan, pemerintah telah menyediakan berbagai kemudahan pembayaran untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat, mulai dari layanan digital, Safari PBB, Samsat keliling, pelayanan di Korwil kecamatan, hingga layanan pembayaran pajak pada gelaran Car Free Day setiap pekan.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Surakarta, Tulus Widajat, berharap apresiasi ini mampu memantik motivasi kelurahan, kecamatan, dan LPMK untuk semakin aktif meningkatkan realisasi PBB-P2.
Menurutnya, pencapaian pajak daerah berkaitan langsung dengan alokasi Dana Pembangunan Kelurahan (DPK).
“Ini bentuk motivasi dari pemerintah kota kepada kewilayahan untuk meningkatkan realisasi PBB-P2. Harapannya masing-masing kelurahan dapat meningkatkan capaian, syukur-syukur bisa memenuhi target,” pungkas Tulus. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy