Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Terungkap! Ini Pemicu Kebakaran Besar di Laweyan Solo yang Hanguskan Dua Bangunan

Antonius Christian • Sabtu, 29 November 2025 | 18:43 WIB
Kebakaran terjadi di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jumat (28/11) sekitar pukul 19.46 WIB.
Kebakaran terjadi di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jumat (28/11) sekitar pukul 19.46 WIB.

RADARSOLO.COM — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jumat (28/11) sekira pukul 19.46 WIB.

Api bersumber dari sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai kos-kosan di dalam gang sempit, sebelum akhirnya merembet ke bangunan di sebelahnya.

Kobaran api dengan cepat membesar lantaran dua bangunan tersebut berdempetan dan berada di lingkungan padat.

Saat kejadian, tidak ada penghuni di dalam rumah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kedua bangunan hangus dilalap si jago merah.

Kapolsek Laweyan Kompol Dani Herlambang mengungkapkan, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari lilin yang digunakan sebagai penerangan menyusul listrik di rumah itu yang telah mati hampir sepekan.

“Rumah tersebut dihuni seorang ibu bernama Susilowati. Berdasarkan keterangan keponakannya, listrik di rumah itu kurang lebih satu minggu tidak berfungsi namun belum diperbaiki,” jelas Dani di lokasi.

Selama listrik padam, penghuni rumah menggunakan lilin sebagai penerangan. Saat kejadian, Susilowati tengah berada di luar rumah.

“Kemungkinan lilin meleleh dan menyambar barang di sekitarnya. Api kemudian membesar,” lanjutnya.

Bangunan di samping rumah yang juga milik Susilowati namun disewakan sebagai kos-kosan turut ludes terbakar.

Seluruh bangunan sedang kosong sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa.

Lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam, di mana petugas menghabiskan empat tangki air untuk menjinakkan kobaran api.

“Hingga kini, kerugian material akibat insiden tersebut masih dalam proses pendataan,” ujar Dani.

Dani mengimbau warga untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan, terutama penggunaan lilin atau sumber api ketika terjadi gangguan listrik.

Penggunaan lilin tanpa pengawasan, tegasnya, berpotensi besar memicu kebakaran—terlebih di kawasan permukiman padat seperti Penumping.(atn/nik) 

Editor : Niko auglandy
#kebakaran #laweyan #lilin