Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mediasi Raja Kembar Keraton Solo di Rumah Dinas Walikota Loji Gandrung Gagal Total

Silvester Kurniawan • Senin, 1 Desember 2025 | 00:37 WIB
Mahamenteri Tedjowulan dan KGPH Hangabehi di rumah dinas walikota Loji Gandrung, foto kanan GKR Panembahan Timoer hadiri Catur Sagatra di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY.
Mahamenteri Tedjowulan dan KGPH Hangabehi di rumah dinas walikota Loji Gandrung, foto kanan GKR Panembahan Timoer hadiri Catur Sagatra di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY.

RADARSOLO.COM - Upaya mediasi antara dua pihak yang sama-sama mengklaim sebagai SISKS Pakoe Boewono (PB) XIV di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menemui jalan buntu.

KGPH Panembahan Agung (Maha Menteri) Tedjowulan menginisiasi pertemuan di Loji Gandrung, namun KGPH Purboyo tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

Maha Menteri Tedjowulan melalui juru bicaranya KP Pakoenagoro mengungkapkan, undangan pertemuan yang difasilitasi di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta (Loji Gandrung) pada Jumat (28/11/2025) sore adalah undangan resmi yang kedua setelah undangan pertama pada 13 November 2025 tidak diindahkan.

“Setelah undangan resmi di 13 November 2025 tidak diindahkan, akhirnya ada undangan pertemuan kedua Jumat kemarin itu. Sayang Gusti Purboyo lagi-lagi tidak bersedia hadir memenuhi undangan resmi yang kedua dari Maha Menteri (Tedjowulan),” ucap Pakoenagoro, Minggu (30/11/2025).

Sikap Kontras Raja Kembar dan Agenda Catur Sagatra

Berbeda dengan pihak KGPH Purboyo yang sama sekali tidak memberikan konfirmasi dan tidak datang, pihak KGPH Mangkubumi (atau Hangabehi) menerima undangan tersebut dan langsung menyatakan kesediaannya untuk hadir.

“Undangan untuk Gusti Purboyo itu diterima oleh KGPHA Dipokusumo sebagai Pengageng Parentah Keraton,” bebernya.

Setelah ditunggu selama satu jam, pertemuan itu gagal terlaksana.

“Setelah ditunggu satu jam Gusti Purboyo tidak datang, jadi tujuan pertemuan tidak tercapai. Kami akan kirimkan undangan selanjutnya dengan agenda sama. Maha Menteri berharap Gusti Purboyo bersedia hadir memenuhi undangan pertemuan berikutnya demi kebaikan dan masa depan keraton,” tegas Jubir Maha Menteri Tedjowulan itu.

Pertemuan yang diinisiasi Tedjowulan bertujuan membahas sejumlah agenda krusial. Termasuk Wulijengan 40 Hari PB XIII, suksesi raja baru, serta membuat komitmen bersama antara keluarga besar keraton.

Sementara itu, pihak SISKS PB XIV atau Purboyo belum memberikan respons ketika diminta tanggapan terkait undangan pertemuan yang diinisiasi Maha Menteri Tedjowulan itu.

Baca Juga: Link Pertandingan Persika Karanganyar vs Persikutim United: Laga Liga 3 di Solo Siap Berjalan Menegangkan

Sebaliknya di waktu yang hampir bersamaan, yakni pada Jumat (28/11) malam, Keraton Solo mengikuti kegiatan akbar yang digelar dalam rangka Agenda Tahunan Empat Dinasti Mataram Islam (Catur Sagatra) di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Melalui keterangan resminya, pihak Keraton Solo mengirimkan anak tertua PB XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani sebagai delegasi resmi keraton untuk menghadiri kegiatan yang bertema Kalyana: Olah Pikir, Olah Raga, Olah Jiwa itu.

“Ini tugas perdana saya di luar keraton setelah dikukuhkan sebagai Pengageng Sasana Wilapa. Saya menjalankannya dengan penuh tanggung jawab dan harapan. Semoga kehadiran Keraton Surakarta ini memberika kontribusi nyara dalam memperkuat persaudaraan empat istana,” harap GKR Panembahan Timoer. (ves)

 

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#purboyo #Tedjowulan #Keraton Solo #Hangabehi #mediasi gagal #Raja Kembar