RADARSOLO.COM — Kasus tragis dugaan bunuh diri seorang perempuan berinisial VRG, 26, di Neo Solo Grand Mall pada Minggu (30/11/2025) pukul 18.15 mulai menemui titik terang.
Polisi memastikan aksi nekat karyawati asal Karanganyar tersebut diduga kuat dipicu oleh tekanan masalah pribadi yang berat.
Wakasatreskrim Polresta Solo AKP Sudarmianto menjelaskan, hasil penyelidikan awal mengarah pada persoalan hidup yang tengah dihadapi korban.
"Dari hasil penyelidikan sementara, korban memang ada masalah. Dua hari sebelum insiden, dia sempat mencurahkan isi hatinya kepada seorang rekan bahwa sedang menghadapi persoalan yang sangat berat," jelas AKP Sudarmianto.
Penyidik telah melayangkan panggilan kepada rekan kerja yang menerima curhatan tersebut.
Namun, pemeriksaan terhadap saksi kunci ini harus tertunda lantaran yang bersangkutan meminta waktu tambahan dengan alasan pekerjaan.
"Kami tetap menunggu. Keterangan dari saksi ini sangat krusial untuk mengungkap detail motif yang melatarbelakangi aksi bunuh diri ini," tegasnya.
Selain mengejar keterangan saksi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti milik korban, termasuk sepeda motor, tas, dan perhiasan, yang seluruhnya telah dikembalikan kepada keluaHidu
Satu-satunya barang yang masih diteliti secara intensif adalah telepon genggam korban.
"Ponsel korban masih kami pelajari. Kami berharap dapat menemukan jejak percakapan atau pesan yang bisa mengarah langsung pada motif awal korban," imbuh Sudarmianto.
Analisis rekaman CCTV menunjukkan korban datang seorang diri, memarkir kendaraan, dan langsung menuju lantai 4A.
Aksi tersebut berlangsung sangat cepat tanpa interaksi atau aktivitas lain yang mencurigakan.
Polisi memastikan jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga pada Minggu malam setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai dan tidak ditemukan indikasi tindak pidana lain.
Menyikapi insiden yang disebut-sebut pernah terjadi di lokasi yang sama di awal tahun, kepolisian memberikan perhatian khusus pada aspek keamanan mal.
Polisi menyoroti kondisi lantai 4A yang disebut sepi tanpa kehadiran petugas keamanan maupun juru parkir saat kejadian berlangsung.
AKP Sudarmianto menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak manajemen mal.
"Kami sudah sampaikan kepada pihak keamanan. Patroli harus ditingkatkan, tidak hanya di dalam gedung, tetapi juga menyusuri titik-titik yang sepi dan rawan," tandas Sudarmianto.
Pihak kepolisian juga meminta petugas keamanan untuk lebih peka.
"Apabila melihat orang yang terlihat termenung atau berjalan tanpa tujuan di area rawan, segera amankan ke pos keamanan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan," imbaunya.
Sementara proses penyelidikan terus berlangsung, kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto atau video korban yang beredar di media sosial.
Hal ini ditekankan untuk menghormati privasi keluarga dan mendukung kelancaran proses penyelidikan.
Kepala Desa Ngepungsari, Kecamatan Jatipuro, Karanganyar, Paryanto membenarkan bahwa VRG adalah warganya.
Pihak desa telah menerima kabar duka tersebut dan saat ini keluarga korban, yang tinggal bersama ibunya setelah ayahnya meninggal, telah bertolak ke Solo.
Paryanto mengungkapkan, korban diketahui sudah jarang pulang ke rumah di Ngepungsari dalam beberapa waktu terakhir.
"Benar, dia warga Ngepungsari, Mas. Informasinya memang sudah lama jarang pulang," ujar Paryanto saat dikonfirmasi.
Mengenai aktivitas VRG di Solo, Paryanto mengaku tidak memiliki informasi detail. Ia hanya mengetahui korban pernah menempuh pendidikan di kota tersebut.
"Katanya kuliah di Solo, tapi sudah lulus atau belum saya belum tahu, Mas. Apakah sudah bekerja atau ngekos di Solo juga saya belum tahu," terangnya. (atn/bun)
Editor : Niko auglandy