Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Operasi Zebra Candi 2025 Resmi Berakhir, Puluhan Motor Diamankan

Antonius Christian • Selasa, 2 Desember 2025 | 20:20 WIB
Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar di salah satu titik di Kota Solo.
Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar di salah satu titik di Kota Solo.

RADARSOLO.COM — Meski rangkaian Operasi Zebra Candi 2025 resmi berakhir, Polresta Solo menegaskan bahwa penindakan pelanggaran lalu lintas di Kota Solo tidak ikut berhenti.

Pernyataan itu langsung diwujudkan lewat razia gabungan skala besar yang kembali digelar pada Senin (1/12) malam hingga dini hari. Hasilnya, ratusan kendaraan terjaring.

Operasi malam itu dipimpin langsung oleh Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, didampingi Wakapolresta Solo AKBP Sigit.

Ratusan personel dari Satlantas, Samapta, Reskrim, hingga unit pendukung dikerahkan. Sejumlah titik rawan pelanggaran dan lokasi balap liar menjadi sasaran utama.

Kasat Lantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan menegaskan bahwa digelarnya razia lanjutan setelah Operasi Zebra berakhir merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

“Berakhirnya Operasi Zebra bukan berarti penindakan juga berhenti. Keselamatan masyarakat tetap prioritas. Dalam kegiatan penegakan pada Senin malam, total 111 pelanggar berhasil kami tindak, dengan rincian 32 STNK dan 7 SIM disita, serta 72 sepeda motor kami amankan,” terang Agung.

Penindakan dilakukan secara humanis namun tetap tegas, terutama untuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Fokus utama mengarah pada sepeda motor dengan modifikasi tanpa kelengkapan standar, knalpot brong, hingga indikasi balap liar.

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan tiga warga asal Boyolali yang kedapatan membawa satu botol minuman keras.

“Tiga orang warga Boyolali kami amankan saat kedapatan membawa miras. Terhadap mereka dilakukan proses Tipiring,” imbuhnya.

Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo memastikan operasi skala besar semacam ini tidak berhenti hanya sekali. Agenda serupa akan digelar secara berkala demi menjaga iklim keamanan Kota Solo.

“Kami ingin memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat. Karena itu kami tidak akan kompromi terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan atau dapat memicu gangguan kamtibmas,” tegas Catur.

Polresta Solo berharap keberlanjutan penertiban ini dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk semakin tertib berlalu lintas, sekaligus menekan potensi kecelakaan dan balap liar menjelang akhir tahun. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#operasi zebra candi #Penilangan #polresta solo