RADARSOLO.COM – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menghadiri Puncak Perayaan Hari Nasional Uni Emirat Arab (UEA) ke-54 di Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta, Selasa (2/12) malam.
Di hadapan para tamu undangan, Respati menegaskan bahwa Kota Solo turut merasakan manfaat besar dari hubungan diplomasi yang harmonis antara Indonesia dan UEA.
Perayaan Hari Nasional UEA ke-54 di Kota Solo berlangsung meriah dengan rangkaian agenda keagamaan, termasuk pengajian akbar yang digelar pada malam peringatan tersebut.
Sejumlah tokoh penting hadir, mulai dari Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo hingga Duta Besar UEA untuk Indonesia.
“Peringatan Hari Nasional UEA bukan sekadar acara seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat hubungan kedua negara. Kerja sama antarbangsa tidak hanya dibangun melalui diplomasi politik dan ekonomi, tetapi juga melalui ikatan nilai kemanusiaan, keagamaan, dan kebudayaan,” ujar Respati, Rabu (3/12).
Respati menilai bahwa pelaksanaan pengajian akbar tersebut menjadi bukti kuat bahwa kedekatan dua negara berdampak nyata kepada masyarakat.
Hal itu semakin diperkuat dengan pernyataan Duta Besar UEA untuk Indonesia yang mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Surakarta dalam menjalankan berbagai bentuk kemitraan Indonesia–UEA.
Artinya, hasil kolaborasi kedua negara kini dapat dirasakan langsung di tanah kelahiran Bengawan Solo.
Respati juga menegaskan hubungan diplomatik Indonesia–UEA telah berlangsung sejak 1976 dan berkembang pesat dalam dua dekade terakhir. Bukan hanya sektor perdagangan dan energi, tetapi juga pendidikan, investasi, hingga pembangunan infrastruktur.
Contoh paling konkret adalah dua mega proyek yang kini menjadi ikon dan fasilitas publik baru di Kota Solo. Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta — hadiah dari Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan — telah menjelma landmark baru dan pusat kegiatan keagamaan.
Di sisi lain, Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia yang baru diresmikan menunjukkan wujud kerja sama di sektor kesehatan dengan target menjadi pusat layanan jantung berstandar internasional.
“Surakarta merasakan langsung manfaat dari kedekatan hubungan Indonesia–UEA. Ini bukan hanya simbol. Masjid Sheikh Zayed dan RS Kardiologi adalah contoh nyata fasilitas yang meningkatkan kualitas layanan publik bagi warga,” tegas Respati. (ves/nik)