Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bukan Sekadar Hiburan, Perayaan Tahun Baru di Balekambang Disebut Penentu Citra Kota Solo! DPRD Ungkap Alasan Penting

Antonius Christian • Jumat, 5 Desember 2025 | 02:02 WIB

INSTAGRAMABLE: Pengunjung berfoto ria di acara Festival Payung Indonesia (Fespin) 2025 di Taman Balekambang.
INSTAGRAMABLE: Pengunjung berfoto ria di acara Festival Payung Indonesia (Fespin) 2025 di Taman Balekambang.

RADARSOLO.COM  — Menjelang pergantian tahun baru, DPRD Kota Solo mendorong agar seluruh rangkaian perayaan akhir tahun dipusatkan di Taman Balekambang.

Usulan ini dinilai sebagai pilihan paling ideal untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan mengendalikan potensi kerumunan masyarakat pada malam pergantian tahun yang diprediksi menjadi salah satu yang paling padat di Kota Bengawan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Janjang Sumaryono menegaskan, Balekambang telah memiliki sarana dan fasilitas lengkap untuk menampung berbagai jenis pertunjukan yang lazim digelar saat malam tahun baru.

“Balekambang itu komplet. Bisa untuk pertunjukan wayang, dangdut, keroncong, seni budaya, sampai pesta kembang api,” terang Janjang.

Baca Juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Bupati Hamenang Ajak Warga Klaten Giatkan Gotong Royong

Dia meminta Pemkot Surakarta mengambil peran aktif dalam memfasilitasi dan menata penyelenggaraan acara, termasuk melakukan koordinasi lintas dinas untuk memastikan perayaan berlangsung tertib dan aman.

“Saya minta nanti Mas Wali bisa mengomunikasikan dengan dinas terkait agar penyelenggaraan malam tahun baru berjalan baik,” ujarnya.

Baca Juga: Jam Berapa Cold Moon Terlihat di Indonesia? Cara Melihat Supermoon Terakhir Tahun Ini pada 4 Desember 2025

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menekankan pentingnya memastikan perayaan berlangsung tanpa peredaran minuman keras agar suasana tetap kondusif dan ramah keluarga.

Selain soal keamanan, pemusatan kegiatan akhir tahun di Balekambang disebut penting untuk menghindari penumpukan massa di banyak titik sekaligus menjaga ciri khas budaya kawasan tersebut.

“Yang penting jangan sampai merusak cagar budaya,” tegasnya.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Melibatkan Mahasiswa UNS, Ini Kronologi Peristiwanya

Dia menekankan bahwa identitas Balekambang sebagai ruang publik sekaligus situs budaya harus tetap dijaga selama perayaan berlangsung.

Mengacu pada tren tingginya mobilitas wisatawan setiap akhir tahun, Janjang juga menyoroti kesiapan sektor pariwisata dan perhotelan Kota Solo.

Pengelola hotel dan pelaku wisata diminta meningkatkan layanan untuk menjaga citra kota.

“Tidak dipungkiri, akhir tahun pasti ramai. Terutama untuk hotel-hotel di wilayah Kota Solo,” ungkapnya.

Baca Juga: Disdagperinaker Karanganyar Maksimalkan Mediasi, Klaim Seluruh Aduan Ketenagakerjaan Terselesaikan

Karena itu, ia mendorong pelaku pariwisata memberikan pelayanan terbaik demi menjaga Solo sebagai kota yang ramah wisatawan.

Janjang berharap perayaan tahun baru berlangsung aman, damai, dan menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Keamanan dan kenyamanan itu harus diwujudkan bersama. Bukan hanya pemerintah atau aparat kepolisian, tetapi juga masyarakat,” pungkasnya. (atn/nik) 

Editor : Niko auglandy
#taman balekambang #tahun baru