Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BMKG Beri Peringatan Serius, Pemkot Solo Langsung Bergerak! Ada Apa?

Silvester Kurniawan • Jumat, 5 Desember 2025 | 02:01 WIB
Pemerintah Kota Solo menggelar Apel Siaga Bencana di Balai Kota Surakarta, Kamis (4/12).
Pemerintah Kota Solo menggelar Apel Siaga Bencana di Balai Kota Surakarta, Kamis (4/12).

RADARSOLO.COM – Mengantisipasi meningkatnya risiko bencana akibat cuaca ekstrem di penghujung tahun, Pemerintah Kota Solo menggelar Apel Siaga Bencana di Balai Kota Surakarta, Kamis (4/12).

Seluruh personel penanganan bencana dari BPBD, TNI, Polri, hingga relawan dilibatkan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana yang diprediksi meningkat pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Dalam apel tersebut, Wali Kota Surakarta Respati melakukan pengecekan langsung seluruh sarana dan prasarana kebencanaan, mulai dari peralatan evakuasi, logistik, hingga armada pendukung.

Dia menegaskan bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan adalah langkah paling krusial untuk menekan dampak bencana yang mungkin terjadi.

“Hari ini apel siaga untuk memitigasi risiko dan perubahan cuaca ekstrem akhir tahun dan awal tahun. Kita cek kesiapan petugas dan peralatan agar benar-benar siap ketika terjadi bencana,” ujar Respati.

Peringatan BMKG mengenai potensi pembentukan siklon tropis di wilayah selatan Indonesia menjadi perhatian serius Pemkot Solo. Fenomena tersebut sebelumnya berdampak pada sejumlah wilayah Sumatera dan berpotensi meluas ke Bengkulu, Jawa bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua Selatan–yang juga dapat menimbulkan efek imbas ke kawasan Solo.

Karena itu, Pemkot menegaskan seluruh jajaran terkait harus berada dalam status siaga. Respati juga menugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan penyisiran terhadap pohon-pohon rawan tumbang demi meminimalkan risiko bencana saat terjadi hujan lebat dan angin kencang.

“Potensi bencana dari daerah sekitar Surakarta juga akan kita mitigasi. Termasuk pengecekan pohon rawan tumbang yang sudah mulai dilakukan untuk meminimalkan risiko,” tegasnya.

Sementara itu, BPBD Kota Surakarta memastikan penguatan upaya deteksi dini dan respons cepat. Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan 24 jam, ditambah penyebaran personel di sejumlah area rawan banjir dan genangan saat hujan berintensitas tinggi.

“Personel standby 24 jam dan koordinasi dengan relawan di wilayah terus intens. Peralatan, logistik, hingga kebutuhan untuk penanganan dan evakuasi siaga sepenuhnya,” beber Kepala BPBD Kota Solo Niko Agus Putranto.

 Baca Juga: Sragen Dihantam Bencana, dari Longsor 11 Meter hingga Banjir Luapan Sungai

Pemkot berharap kesiagaan penuh seluruh unsur dapat mempercepat tindakan darurat apabila terjadi bencana, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat Solo selama musim cuaca ekstrem berlangsung. (ves/nik) 

Editor : Niko auglandy
#bencana #Respati #bpbd