RADARSOLO.COM - Menjelang tutup tahun, panggung Wayang Orang Sriwedari (WOS) bergerak semakin dinamis.
Selain rangkaian lakon Desember yang telah tersusun, para seniman tengah menyiapkan dua agenda istimewa: pertunjukan amal dan pentas kolaborasi pada malam pergantian tahun.
Dukacita yang melanda Sumatera juga mengetuk ruang kesenian di Kota Bengawan. Sebagai wujud kepedulian, Wayang Orang Sriwedari akan menggelar pentas amal pada 6 Desember mendatang.
Seluruh hasil penjualan tiket akan disalurkan kepada masyarakat Sumatera yang terdampak bencana, sesuai arahan Wali Kota Solo.
“Hasil tiketnya nanti insya Allah didonasikan kepada saudara-saudara kami yang terkena musibah di Sumatera,” ujar Koordinator Wayang Orang Sriwedari, Dwi Purwanto, kepada Jawa Pos Radar Solo.
Tidak ada perubahan lakon khusus untuk agenda amal tersebut. Pertunjukan akan mengikuti jadwal cerita yang tersusun dalam kalender Desember. Selain itu, Sriwedari juga tengah mempersiapkan persembahan spesial untuk malam tutup tahun.
“Biasanya di malam Tahun Baru kita ada pentas tertentu. Dahulu pentas akhir tahun sampai jam 12 malam. Tapi tahun ini berbeda, rencananya hanya sampai setengah 12 malam agar penonton bisa ikut euforia di Jalan Slamet Riyadi,” jelas Dwi.
Baca Juga: Dorong Regenerasi Dalang, Ketua DPRD Jateng Sumanto: Upaya Pelestarian Wayang Kulit jangan Hanya Slogan
Seperti tradisi, pertunjukan penutup tahun kembali menghadirkan kolaborasi lintas lembaga. Tidak hanya dari internal Wayang Orang Sriwedari, tetapi juga melibatkan RRI, ISI Surakarta, SMKI—sekarang SMKN 9 Surakarta—hingga berbagai komunitas budaya di Solo.
“Seperti yang besok, akhir pekan ini juga ada kolaborasi dengan seniman lain,” tambahnya.
Momen pergantian tahun juga menjadi titik evaluasi manajemen Sriwedari. Menurut Dwi, sepanjang 2025 pembenahan dilakukan di berbagai lini, mulai dari divisi artistik hingga strategi promosi berbasis media sosial.
Hasilnya mulai terasa: penonton muda kini mendominasi gedung sejarah berusia 115 tahun tersebut.
“Kini kami gencar menggunakan media sosial, TikTok, Facebook, Instagram. Alhamdulillah, sasaran kita bukan hanya penonton bapak-bapak atau kaum tua, tapi sekarang kebanyakan Gen Z yang menyukai Wayang Orang Sriwedari,” ujarnya.
Secara persentase, sekitar 75 persen penonton Sriwedari saat ini berasal dari kalangan anak muda. Sebagian bahkan datang ke Sriwedari untuk riset hingga magang demi mendalami dunia pedalangan modern.
“Ketika saya tanya, mereka tahunya melalui Instagram,” ungkapnya.
Masuk tahun 2026, Sriwedari bertekad melanjutkan pembenahan dan inovasi. Pembaruan akan menyentuh berbagai aspek mulai dari promosi, segmentasi penonton, hingga sentuhan teknologi yang membuat penampilan lebih menarik.
“Di tahun 2026 kita akan tetap berbenah. Mungkin lebih ke sentuhan teknologi, permainan lighting, permainan musikalitas, dan lain sebagainya,” tutup Dwi. (nis/nik)
TANGGAL LAKON WOS DI BULAN DESEMBER 2025
1. Bambang Angin-Angin
2. Wiratha-Hastina
3. Dewabrata Lair
4. Drupada Kawisuda
5. Antareja Gugur
6. Sang Bhisma
7. —
8. Wahyu Manggala 1
9. Basudewa Krama
10. Wahyu Manggala 2
11. Basudewa Grogol
12. Wahyu Manggala 3
13. Punakawan Kembar
14. —
15. Kangsa Takon Bapa
16. Parikesit Grogol
17. Jumenganan Nata
18. Gandamana Luweng
19. Kidung Ramayana
20. Ghatutkaca Gugur
21. —
22. Kidung Lembayung Renuka
23. Perang Pamuksa
24. Kangsa Adu Jago
25. Sengkuni Kembar
26. Anggada Balik
27. Burisrawa Lena
28. —
29. Pandu Banjut
30. Irawan Rabi
31. Ghatutkaca Kembar
Sumber : WOS
Editor : Niko auglandy