RADARSOLO.COM – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo memotong gaji para kadernya yang duduk di kursi legislatif sebagai bentuk solidaritas bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dana tersebut dihimpun melalui Gerakan Tanggap Bencana (Genta) PKS.
Bendahara DPD PKS Kota Solo Widyastuti menjelaskan, penggalangan donasi berlangsung sejak awal Desember hingga 15 Desember ini. Seluruh pejabat publik PKS dan kader diinstruksikan untuk ikut berpartisipasi.
“Penggalangan ini adalah bentuk kepedulian keluarga besar PKS terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Widyastuti.
Dana yang terkumpul nantinya diserahkan ke DPW PKS Jawa Tengah untuk kemudian disalurkan ke wilayah terdampak. Ia menambahkan, komitmen kemanusiaan PKS tidak hanya muncul saat kampanye atau momentum politik tertentu.
“Kami mengajak seluruh elemen PKS Surakarta untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing,” imbuhnya.
Kontribusi signifikan datang dari Fraksi PKS DPRD Kota Solo. Ketua Fraksi PKS Sugeng Riyanto menyebut, seluruh anggota fraksi sepakat memberikan sumbangan pribadi melalui pemotongan gaji. Setiap anggota legislatif menyumbang Rp4 juta.
“Dengan tujuh anggota fraksi, total kontribusi kami mencapai Rp 28 juta. Ini bentuk kehadiran kami di tengah rakyat, terlebih saat saudara-saudara kita tertimpa bencana. Semoga langkah kecil ini bisa meringankan beban mereka,” tegas Sugeng.
Sugeng menyampaikan bahwa gerakan donasi ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden PKS Al Muzammil Yusuf dalam agenda Commanders Call, yang menekankan mobilisasi nasional bantuan kemanusiaan. Instruksi tersebut mencakup donasi finansial, pengerahan relawan, hingga dukungan kebutuhan mendesak di lapangan.
DPD PKS Kota Solo berharap gerakan solidaritas ini dapat menjadi bagian dari upaya kolektif nasional dalam mempercepat pemulihan warga di daerah terdampak bencana. Dengan pelibatan pejabat publik dan kader, PKS ingin memastikan bantuan yang diberikan bersifat nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar simbolis. (atn/bun)
Editor : Niko auglandy