Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Banyak Warga Tercatat Meninggal Padahal Masih Hidup, Bawaslu Solo Angkat Suara!

Antonius Christian • Kamis, 11 Desember 2025 | 18:15 WIB
Tim Bawaslu Solo mendokumentasikan tumpukan karung berisi sembako di sebuah rumah kawasan Kelurahan Pucangsawit, Jebres, Kota Solo, Minggu (24/11/2024) malam.
Tim Bawaslu Solo mendokumentasikan tumpukan karung berisi sembako di sebuah rumah kawasan Kelurahan Pucangsawit, Jebres, Kota Solo, Minggu (24/11/2024) malam.

RADARSOLO.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo kembali menegaskan sikap kritisnya dalam Rapat Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV yang digelar KPU Kota Solo.

Fokus utama lembaga pengawas pemilu itu jelas: memastikan seluruh data pemilih—terutama yang tercatat meninggal dunia—valid dan tidak berpotensi menghilangkan hak pilih warga.

Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Poppy Kusuma, hadir bersama jajaran sekretariat.

Dalam forum tersebut, Bawaslu menyoroti sejumlah data pemilih yang oleh sistem tercatat meninggal, baik dalam proses coklit maupun coktas.

Namun temuan di lapangan menunjukkan masih adanya indikasi ketidaksesuaian data antarinstansi.

Bawaslu meminta penjelasan resmi kepada BPJS, BPS, dan Disdukcapil terkait sejumlah nama yang tercantum sebagai meninggal tetapi belum memiliki kepastian status.

“Kami melihat masih ada ruang ketidaksinkronan antarinstansi. Ini harus dibereskan karena menyangkut hak pilih warga,” tegas Poppy.

Dia juga menyoroti mekanisme di Disdukcapil soal status meninggal nonaktif permanen.

Jika warga yang masuk kategori tersebut ternyata masih hidup, proses aktivasi kembali harus melalui verifikasi biometrik.

Bawaslu menilai mekanisme itu harus berjalan cepat dan akurat agar tidak menghambat pemilih yang semestinya tetap berhak memberikan suara.

Perhatian juga diberikan kepada pemilih di Rutan Kelas I Solo.

Bawaslu mendukung pelaksanaan coktas bagi warga binaan, apabila dibutuhkan, demi memastikan seluruh pemilih memenuhi syarat tercatat resmi dalam daftar pemilih.

Poppy kembali menekankan pentingnya konsistensi data sebagai fondasi pemilu berintegritas.

“Bawaslu mendorong semua instansi bergerak dengan ritme yang sama. Setiap perbedaan data harus diselesaikan tuntas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia memastikan Bawaslu akan terus melakukan pengawasan ketat di seluruh tahapan pemutakhiran data.

“Kami tidak ingin ada warga kehilangan hak pilih hanya karena persoalan teknis. Setiap warga yang memenuhi syarat harus terlindungi hak pilihnya,” tandas Poppy. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#Bawaslu #pemilu #rapat pleno