RADARSOLO.COM – Kubu SISKS Paku Buwono (PB) XIV Purbaya bersiap menggelar rangkaian upacara adat labuhan di tujuh titik berbeda pada Minggu (14/12). Ritual besar ini menjadi tahapan penting untuk menegaskan bahwa Keraton Surakarta Hadiningrat telah memiliki raja baru pasca wafatnya SISKS PB XIII Hangabehi.
Putri tertua PB XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani mengatakan, keluarga inti telah membagi peran untuk menyiapkan serangkaian prosesi adat setelah peringatan 40 hari wafatnya sang ayah yang digelar Kamis (11/12) malam.
Baca Juga: Menteri Kebudayaan Undang Dua Raja Kembar Keraton Surakarta, Begini Respons Mangkubumi dan Purbaya
“Bagi tugas. Ada sesuatu yang harus saya kerjakan, jadi yang pergi ke Imogiri Gusti Ratih,” ujarnya.
Prosesi labuhan—yang juga dikenal sebagai caos dahar—akan digelar serentak di tujuh lokasi sakral. Titiknya meliputi kawasan gunung hingga pantai yang secara turun-temurun menjadi tempat keraton melaksanakan ritual.
“Agenda hari Minggu ada labuhan di 7 titik. Ada yang ke Gunung Lawu, Gunung Merapi, Alas Krendowahono, Brosot, Lepih, Kawedusan, dan Parangkusumo. Itu syarat jumenengan raja, untuk pemberitahuan pada leluhur bahwa Keraton Surakarta sudah memiliki PB XIV,” kata Timoer.
Sementara itu, dalam Upacara Adat Surut Dalem PB XIII yang digelar di Sasana Parasdya, Kamis malam, suasana haru menyelimuti prosesi. SISKS PB XIV Purbaya beberapa kali tampak meneteskan air mata selama doa bersama berlangsung.
Baca Juga: Tepis Isu Dualisme Raja, PB XIV Purbaya Resmikan Struktur Bebadan Baru Keraton Surakarta
Upacara yang dimulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB itu dihadiri ratusan abdi dalem, sentono, kerabat keraton, serta tokoh nasional termasuk musisi dan politisi Ahmad Dhani.
“Ini 40 hari doa bersama,” ujar PB XIV Purbaya singkat.
Penyelenggaraan Wilujengan Surut Dalem oleh kubu PB XIV Purboyo ini menjadi peringatan 40 hari kedua yang digelar internal Keraton Solo, setelah kubu SISKS PB XIV Mangkubumi bersama Lembaga Dewan Adat (LDA) menggelar acara serupa sehari sebelumnya. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno