Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Akses Keraton Surakarta Diblokir Total, Kubu Purbaya Ganti Gembok Demi Bebadan Raja Baru Bekerja, Museum Ikut Jadi Sasaran

Silvester Kurniawan • Senin, 15 Desember 2025 | 01:06 WIB
Abdi dalem menjalankan tugas di Keraton Surakarta. (M Ihsan/Radar Solo)
Abdi dalem menjalankan tugas di Keraton Surakarta. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Konflik Keraton Surakarta memanas kembali. Di tengah upaya mediasi yang diinisiasi Menteri Kebudayaan Fadli Zon, kubu PB XIV Purbaya mengambil langkah drastis dengan melakukan penggantian gembok di sedikitnya 10 titik akses masuk keraton pada Sabtu (13/12) sore. Tindakan ini dilakukan untuk memperlancar kerja bebadan keraton yang baru dibentuk oleh raja yang mereka dukung.

Pergantian gembok berlangsung dramatis dengan menggunakan gerinda untuk memotong gembok-gembok lama di sejumlah lokasi vital, termasuk pintu masuk Kamandungan, Kasentanan, Kantor Sasana Wilapa, Perpustakaan, Sasana Handrawina, dan Museum Keraton.

Juru Bicara Purbaya, KPA Singonagoro menjelaskan, tindakan ini terpaksa dilakukan karena permintaan kunci yang sebelumnya diajukan oleh GKR Timoer Rumbay kepada Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta GKR Wandansari (Gusti Moeng) selalu mentah tanpa respons.

“Bebadannya Sinuwun (Purbaya) sudah mau jalan maka kunci itu kan diminta melalui surat, karena tidak ada respon ya untuk kebaikan bersama agar bebadan berjalan dan menempati kantor masing-masing maka ada pergantian gembok itu,” ujar Singonagoro.

Tindakan penggantian gembok ini terjadi persis saat pihak LDA yang diwakili Gusti Moeng dan Mahamenteri Tedjowulan sedang berada di Jakarta untuk menghadiri undangan mediasi dari Menteri Kebudayaan.

Ketua Eksekutif LDA Keraton Surakarta KPH Eddy Wirabhumi, yang masih berada di Jakarta, merespons kejadian ini dengan nada kecewa.

“Kami lagi fokus koordinasi dengan pemerintah Mas. Hal-hal seperti itu (ganti gembok secara paksa, Red) mengganggu program yang kita jalankan bersama pemerintah,” balas Eddy Wirabhumi melalui pesan singkat.

Eddy menyayangkan tindakan kubu Purboyo yang dianggap tidak menghargai eksistensi pemerintah dan negara, terutama karena dilakukan saat pertemuan mediasi penting tengah berlangsung.

Aksi ini memicu munculnya narasi pengusiran terhadap sejumlah pihak, termasuk karyawan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) yang bekerja di Museum Keraton.

Menyikapi hal ini, Jubir KPA Singonagoro dengan tegas membantah adanya pengusiran. Ia menyayangkan narasi tersebut dan menekankan bahwa PB XIV Purbaya selalu mengedepankan perdamaian.

Namun, ia mengonfirmasi bahwa bebadan keraton akan segera melakukan pendataan terhadap siapa saja yang bertugas di area keraton. "Ini tidak ada pengusiran, kalau mereka mau masuk ya monggo koordinasi dengan pengagengnya,” tegas Singonagoro. (ves/bun)

 

 

 

 

Editor : Kabun Triyatno
#Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta #PB XIV Purbaya #Keraton Surakarta Hadiningrat