Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Manfaat Lain di Balik Program MBG: Bantu Janda Anak Satu hingga Generasi Sandwich di Kota Solo Penuhi Kebutuhan Keluarga

Silvester Kurniawan • Senin, 15 Desember 2025 | 01:49 WIB
Tim SPPG Purwodiningratan, Jebres, Kota Solo. Kekompakan dan keluargaan selalu dijaga dalam bekerja untuk menyukseskan program MBG.
Tim SPPG Purwodiningratan, Jebres, Kota Solo. Kekompakan dan keluargaan selalu dijaga dalam bekerja untuk menyukseskan program MBG.

RADARSOLO.COM - Selain memberikan perbaikan gizi pada anak-anak Indonesia, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu mampu meningkatkan perekonomian keluarga.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Kota Solo. Di SPPG Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, para karyawan di dapur MBG setempat mengaku bersyukur bisa terlibat aktif dalam program nasional itu.

Selain bisa membantu menyukseskan MBG di Kota Solo, para karyawan SPPG mengaku bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari gaji setiap bulannya.

Seperti diungkapkan Novi Arimbi, 45, yang bekerja sebagai karyawan pemorsian di dapur SPPG Purwodiningratan.

Janda anak satu ini bisa memenuhi kebutuhan buah hati dengan lebih maksimal.

"Saya sudah pisah dengan suami. Jadi saya sendiri membiayai kebutuhan anak semata wayang. Terkadang masih dibantu juga sama orang tua. Pemasukan bulanan saya jadi lebih baik setelah kerja di dapur MBG ini," kata Novi, Rabu (3/12).

Novi bergabung di SPPG Purwodiningratan sejak awal program MBG beroperasi di Kota Solo pada 13 Januari 2025.

Sebelumnya, warga Kelurahan Mojosongo, Jebres itu bekerja di pabrik rokok wilayah Wonorejo, Kabupaten Karanganyar.

Saat mendapatkan informasi adanya pendaftaran karyawan MBG dari kelurahan setempat, Novi langsung mendaftar dan diterima.

Ia mengaku senang bisa bekerja di dapur SPPG Purwodiningratan karena suasana kekeluargaan sesama karyawan.

"Kalau dibandingkan kerja di pabrik, lebih enak di dapur ini. Jadi ada waktu untuk istirahat dan jemput anak sekolah. Gajinya juga cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga," urainya.

Baca Juga: SPPG Dapur MBG Perlahan Raih Kepercayaan Publik, Belum Tergiur Bisnis Catering

Senada dengan Novi, karyawan dapur SPPG Purwodiningratan lainnya, Ivan Pradhitya, 27, mengaku senang terlibat dalam pelaksanaan program nasional itu.

Ivan bertugas sebagai asisten lapangan yang setiap hari berhubungan dengan tim distribusi dan sasaran penerima manfaat Program MBG.

"Saya baru bergabung Oktober kemarin. Sebelumnya kerja di pabrik roti," kata dia.

Warga Kampung Petoran, Kelurahan Jebres ini mengatakan, pendapatannya saat bekerja di SPPG Purwodingratan cukup dan layak. Bahkan bisa membantu kebutuhan sehari-hari orang tuanya.

Selain itu, Ivan banyak mendapatkan pengalaman baru.

Sekadar informasi, di setiap dapur SPPG memiliki karyawan sebanyak 47 orang.

Ditambah satu orang ahli gizi, satu orang tenaga administrasi, dan satu kepala SPPG.

Pembagian kerja dikelompokkan sesuai kebutuhan. Seperti tim persiapan (racik bahan makanan), tim pengolahan (memasak), tim pemorsian (plating makanan).

Berikutnya, tim distribusi (mengantar ke sasaran), tim pencuncian/kebersihan.

Masing-masing kelompok kerja memiliki durasi 8 jam kerja setiap sift-nya.

"Kami membangun sistem kerja yang erat dan kekeluargaan. Sehingga suasana kerja tetap nyaman dan produktif," ujar Kepala SPPG Purwodiningratan Jhoni Prabowo. (ves)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bantu orang tua #karyawan #kota solo #sppg purwodiningratan #jebres #pekerja