Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bau Menyengat hingga Limbah, DPRD Nilai Pasar Hewan Mojo Tak Layak Dipertahankan

Antonius Christian • Selasa, 16 Desember 2025 | 02:53 WIB
ilustrasi pasar hewan
ilustrasi pasar hewan

RADARSOLO.COM – Wacana relokasi Pasar Hewan Mojo kembali menguat. DPRD Kota Solo mendorong pasar hewan yang berada di Kecamatan Pasar Kliwon itu dipindahkan ke wilayah Solo bagian utara. Dorongan tersebut muncul menyusul berbagai persoalan yang tak kunjung terselesaikan, mulai dari dampak lingkungan, bau menyengat, hingga pengelolaan limbah yang dinilai belum optimal.

Keberadaan Pasar Hewan Mojo di tengah permukiman padat penduduk juga dinilai kian problematis. Lokasinya yang berdekatan dengan sekolah dan rumah sakit dianggap mengganggu kenyamanan sekaligus berpotensi mengancam kesehatan warga. Relokasi pun disebut sebagai langkah paling realistis untuk mengakhiri persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Usulan relokasi disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Solo, Agus Widodo. Menurut dia, Pasar Hewan Mojo sudah tidak ideal lagi dipertahankan di lokasi saat ini dan perlu dipindahkan ke kawasan Solo Utara atau wilayah perbatasan kota.

“Pasar hewan tidak tepat berada di kawasan permukiman padat. Relokasi ke Solo Utara akan lebih ramah lingkungan, mengurangi dampak kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan kota,” ujar Agus, Senin (15/12).

Agus menambahkan, sebagian besar pedagang Pasar Hewan Mojo justru berasal dari luar Kota Solo, terutama daerah-daerah di sisi utara. Karena itu, relokasi ke Solo Utara dinilai lebih relevan dan strategis.

“Kalau dilihat asal pedagangnya, mayoritas dari luar Surakarta bagian utara. Jadi aksesnya akan lebih mudah dan distribusi ternak lebih efisien,” jelasnya.

DPRD berharap Pemerintah Kota Solo segera mengambil langkah konkret dengan menyiapkan lokasi alternatif di Solo Utara agar persoalan Pasar Hewan Mojo tidak terus berlarut dan berdampak pada kualitas hidup warga sekitar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Surakarta, Nico Agus Putranto, mengakui kondisi Pasar Hewan Mojo saat ini memang kurang sehat bagi lingkungan sekitar. Namun, keterbatasan lahan masih menjadi kendala utama dalam rencana relokasi.

“Secara kondisi lapangan memang kurang ideal. Tapi kendalanya adalah ketersediaan lahan. Untuk pasar ayam saja sampai sekarang lokasi baru belum ditemukan. Kalau dipindahkan tapi masih dekat permukiman, masalahnya akan tetap sama,” ungkap Nico.

Terpisah, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mojo, Joko Wiranto, menyebut wacana relokasi maupun revitalisasi Pasar Hewan Mojo sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini belum ada solusi konkret yang benar-benar terealisasi.

“Relokasi sudah lama diwacanakan, tapi sampai sekarang belum ada lokasi pengganti yang siap. Lahan untuk memindahkan pasar memang belum tersedia,” katanya.

Joko juga menyoroti kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pasar yang dinilai belum berfungsi optimal. Meski pemerintah menawarkan opsi revitalisasi dan perbaikan drainase, kondisi bangunan pasar yang sudah tua disebut tidak lagi layak.

“Solusi sementara dari dinas adalah memaksimalkan IPAL dan evaluasi menyeluruh. Tapi harapan warga tetap relokasi pasar, bukan sekadar perbaikan,” tegasnya. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#hewan #pasar