Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dua Kali Diundang Mangkir, Menteri Kebudayaan Beri Catatan Keras Raja Milenial Keraton Surakarta

Silvester Kurniawan • Rabu, 17 Desember 2025 | 23:08 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan selesainya renovasi Sangga Buana dan Museum Keraton Surakarta, Selasa petang  (17/12)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan selesainya renovasi Sangga Buana dan Museum Keraton Surakarta, Selasa petang (17/12)

SOLO, Radar Solo – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyayangkan absennya kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya dalam acara peresmian Panggung Sangga Buwana dan Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Selasa (16/12) malam. Ketidakhadiran ini menjadi catatan merah kedua bagi pemerintah pusat, setelah sebelumnya kubu Purbaya juga mangkir dalam undangan mediasi di Jakarta pada Sabtu (13/12) lalu.

Usai peresmian, Fadli Zon menegaskan bahwa kehadiran seluruh anggota keluarga besar keraton dalam acara resmi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan terhadap itikad baik negara.

Ia mengingatkan bahwa seluruh entitas keraton berada di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga kerja sama yang solid sangat diperlukan untuk kelangsungan upaya revitalisasi bangunan cagar budaya di masa mendatang.

"Ini menjadi catatan kami, kehadiran itu adalah penghormatan juga terhadap kehadiran pemerintah. Kita harapkan sebetulnya semua pihak, tetapi kalau ada pihak yang tidak mau hadir bagaimana? Tentu kami sayangkan," tegas Fadli Zon di hadapan awak media.

Terkait konflik suksesi raja pasca-40 hari wafatnya PB XIII, Menbud meminta pihak keluarga besar segera menempuh jalan musyawarah untuk mufakat. Pemerintah tetap memegang teguh peran Mahamenteri KGPA Tedjowulan sebagai fasilitator ad interim sesuai dengan SK Mendagri untuk merangkul pihak Pubaya dan Mangkubumi guna duduk bersama.

“Pemerintah mewanti-wanti agar konflik internal masa lalu tidak terulang kembali karena hal tersebut hanya akan menghambat proses perbaikan fisik keraton,” tegas Fadli Zon.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menepis keraguan sejumlah pihak mengenai netralitas Kementerian Kebudayaan. Tuduhan keberpihakan yang muncul akibat posisi putri Tedjowulan, BRAy Putri Woelan Sari, sebagai staf khusus menteri dibantah dengan tegas. Fadli menyatakan bahwa stafnya bekerja secara profesional dan tidak mencampuri urusan suksesi tahta.

"Negara tetap netral dalam urusan suksesi. Saya mengenal dekat mendiang PB XIII, Panembahan Agung Tedjowulan, hingga Gusti Moeng dari Lembaga Dewan Adat. Keinginan kami hanya satu, yaitu semua pihak berdamai demi kelangsungan dan pelestarian Keraton Surakarta," ujar Fadli Zon. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #menteri kebudayaan fadli zon #Sangga Buwana #budaya