RADARSOLO.COM - Warning Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon terhadap PB XIV Purbaya yang dua kali mangkir diundang pemerintah mendapat respons dari penasihat hukum sang raja. KPH Andi Budi secara terbuka mewanti-wanti Menbud Fadli Zon agar tidak terperosok dalam pengambilan kebijakan yang keliru terkait internal kepemimpinan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Kubu Purbaya menekankan bahwa urusan takhta sepenuhnya merupakan hak prerogatif putra-putri raja yang baru saja mangkat, bukan generasi sebelumnya atau saudara-saudara raja.
Melalui pernyataan tertulis pada Rabu (17/12), Andi Budi mengingatkan bahwa negara seharusnya hanya bertugas menjaga dan mengembangkan aspek kebudayaan tanpa mencampuri urusan dinasti yang memiliki hukum tradisi sakral.
Ia mengibaratkan hak waris takhta selayaknya warisan orang tua yang jatuh kepada anak-anaknya, bukan kepada adik atau paman dari mendiang. Sebab itu, ia menyarankan agar Menbud mengadakan pertemuan khusus yang terbatas hanya untuk putra-putri PB XIII jika ingin menyerap aspirasi yang akurat mengenai masa depan keraton.
"Menbud jangan sampai salah langkah. Urusan ini adalah kodrat dan eranya putra-putri PB XIII. Tidak perlu ada pembahasan dengan paman, bulik, atau keturunan PB XII lainnya. Kami ingatkan ini agar langkah menteri tidak menyalahi tatanan adat yang justru bisa meninggalkan catatan sejarah yang keliru," tegas KPH Andi Budi.
Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas posisi pemerintah yang saat ini melibatkan tokoh-tokoh dari generasi sebelumnya dalam proses mediasi.
Di sisi lain, kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) memberikan respons berbeda terkait ketidakhadiran pihak Purbaya pada peresmian Panggung Sangga Buwana, Selasa malam. Ketua Eksekutif LDA Keraton Surakarta KPH Eddy Wirabhumi memastikan bahwa undangan resmi telah disampaikan kepada semua pihak tanpa terkecuali.
Menurutnya, mustahil jika pihak Purbaya tidak mengetahui agenda tersebut, mengingat koordinasi teknis telah dilakukan di Balai Kota Solo pada Senin (15/12) yang juga dihadiri oleh kakak-kakak dari Purbaya, termasuk GKR Timoer Rumbay.
Eddy Wirabhumi menegaskan bahwa seluruh area keraton bahkan telah dibuka sejak Senin sore guna memperlancar persiapan acara yang dihadiri langsung oleh Menbud. Terkait alasan mangkirnya kubu Purbaya dari undangan negara tersebut, Eddy meminta publik menanyakan langsung kepada yang bersangkutan.
Baginya, kewajiban panitia dan pemerintah untuk memfasilitasi pertemuan semua keluarga sudah dijalankan secara maksimal, namun respons terhadap undangan tersebut merupakan tanggung jawab masing-masing pihak. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno