RADARSOLO.COM – Pemandangan berbeda terlihat di simpang empat Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Sriwedari, Laweyan Solo, tepat di sisi selatan Solo Paragon Mall, Rabu (24/12). Martin Hidungoran, sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) yang biasa bertughas di sana mengenakan kostum Sinterklas.
Martin mengaku sudah sering menenakan kostum Sinterklas dalam merayakan Natal. Rutinitas ini sudah dilakukannya sejak 2020.
“Karena momennya menyambut Hari Raya Natal. Saya pribadi ingin merayakan. Saya ingin berbagi kebahagiaan dengan kostum Sinterklas,” ujar supeltas asal Ambon tersebut.
Dari hal sederhana ini, menurut Martin, ingin berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Meski harus rela menahan panas, Martin selalu berusaha membuat orang lain tersenyum.
“Awalnya dulu saya ingin di 2020 pernah pakai kostum Sinterklas. Waktu itu saya menghibur pasien anak di bangsal RS Panti Waluyo. Saya juga bagikan kado mainan, peralatan sekolah, dan snack,” kenangnya.
Terkait kostum Sinterklas, Martin mengaku dari hasil donasi rekan-rekannya. Maklum, seperangkat kostum khas Natal ini harganya cukup merogoh kocek dalam-dalam.
“Aksesorisnya banyak. Ada baju, celana, topi, sampai jenggot panjang. Mahal. Saya nggak mampu beli. Akhirnya teman-teman supeltas ikut bantu kumpulkan uang,” bebernya.
Mengenakan kostum Sinterklas ini memberikan kepuasan tersendiri bagi Martin. Kostum itu sering dipakainya untuk saat bertugas menjelang perayaan Natal.
“Paling sehari 1-2 jam saja karena panas. Menyesuaikan keramaian pengguna jalan. Kalau sore arusnya padat, takutnya kostum ini jadi perhatian dan bikin macet. Jadi saya pakai siang saja,” jelasnya.
Selama bertugas, Martin kerap mendapat ucapan Natal dari pengguna jalan. “Ada yang mengucap Marry Christmas dan selamat Natal. Kadang ada juga yang menirukan suara Santa dari memberi uang lebih,” ujarnya.
Martin berharap, semangat Natal kali ini membawa kebahagiaan kepada seluruh masyarakat.
“Saya berharap Natal kali ini membawa kedamaian dan suka cita. Termasuk kepada korban bencana di Sumatera Utara. Melalui kebahagian kecil ini, saya senang bisa melihat orang tersenyum,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto