RADARSOLO.COM – Pemkot Solo mengambil langkah diplomatis dalam merespons instruksi Kapolri terkait pelarangan pesta kembang api pada malam pergantian tahun.
Bukannya mematikan geliat perayaan, Wali Kota Solo Respati Ardi justru mengonversi kemeriahan tersebut ke dalam konsep Charity Night atau Malam Kepedulian bagi korban bencana alam di berbagai wilayah.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan Mabes Polri yang memperketat izin penggunaan petasan dan kembang api, sekaligus menyikapi kondisi bangsa yang tengah dilanda berbagai musibah.
Respati menegaskan bahwa anggaran atau biaya yang semula dialokasikan oleh penyelenggara acara untuk kembang api, sangat disarankan untuk dialihkan menjadi donasi.
"Untuk kembang api tentu ada pengurangan signifikan. Kami sudah imbau agar (anggarannya) didonasikan. Kami meminta penyelenggara acara untuk tidak berlebihan dan mengubah konsep acaranya menjadi malam kepedulian," ujar Respati Ardi, Kamis (25/12).
Meski membatasi kembang api, Pemkot Solo menjamin roda perekonomian dan antusiasme masyarakat tidak akan surut. Konsep Charity Night akan dibungkus dengan berbagai kegiatan hiburan rakyat yang tersebar di beberapa titik strategis, seperti Taman Balekambang, Balai Kota, hingga koridor Jalan Slamet Riyadi melalui gelaran Car Free Night (CFN).
Di titik-titik tersebut, masyarakat tetap bisa menikmati pentas musik, bazar kuliner, dan panggung hiburan. Namun, di sela-sela acara, petugas akan memfasilitasi penggalangan dana dari pengunjung.
"Masyarakat diajak terlibat aktif. Penggalangan dana bisa dilakukan secara tunai maupun nontunai melalui QRIS agar lebih transparan dan mudah," tambah Sekda Kota Solo Budi Murtono.
Langkah "jalan tengah" ini dinilai cerdas karena mampu menjaga kondusivitas keamanan sesuai arahan kepolisian, namun tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengais rejeki di malam tahun baru.
Respati Ardi berharap, melalui penggalangan dana yang terkoordinasi, kemeriahan malam tahun baru di Solo tidak hanya menyisakan sampah, tetapi juga manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan bantuan di daerah bencana.
Saat ini, Pemkot Solo tengah memfinalisasi koordinasi dengan berbagai instansi terkait penyaluran dana yang terkumpul agar tepat sasaran, sehingga perayaan tahun baru kali ini benar-benar menjadi momentum doa bersama dan aksi sosial kolektif warga Kota Bengawan. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno