Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wisatawan Luar Kota Kecele Kunjungi Keraton Surakarta, Museum Masih Tertutup untuk Umum

Alfida Nurcholisah • Jumat, 26 Desember 2025 | 01:42 WIB
Wisatawan kunjungi Keraton Solo meski harus kecewa karena museum tidak buka. (Arief Budiman/Radar Solo)
Wisatawan kunjungi Keraton Solo meski harus kecewa karena museum tidak buka. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Libur Natal dan akhir tahun (Nataru) dimanfaatkan wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke Kota Solo. Keraton Kasunanan Surakarta tetap menjadi magnet utama. Namun, tak sedikit pengunjung luar kota yang baru mengetahui di lokasi bahwa museum Keraton masih ditutup untuk umum merasa kecewa.

Salah satunya Kartika Wijaya, wisatawan asal Tangerang. Ia sengaja memilih Solo sebagai destinasi liburan keluarga dan ingin mengajak ibunya yang belum pernah menginjakkan kaki di Kota Bengawan.

“Kami liburan dua hari dan semuanya ingin dihabiskan di Solo. Hari pertama ini langsung ke keraton. Tadinya ingin masuk melihat isi keraton, tapi baru tahu kalau ternyata tutup,” ujar Kartika, Kamis kemarin (25/12).

Meski tak bisa masuk ke area museum, Kartika mengaku tetap menikmati atmosfer Keraton Surakarta. Ia dan keluarganya memanfaatkan kunjungan tersebut untuk berfoto bersama prajurit keraton.

“Enggak apa-apa, masih bisa foto dengan prajuritnya. Suasananya etnik sekali. Keratonnya bersih dan rapi, ciri khas Solonya kerasa banget dan enggak bisa didapat di tempat lain,” tambahnya.

Pengalaman serupa dirasakan Dena Oksianti, wisatawan asal Bengkulu. Ia datang bersama rombongan guru dan keluarga SD Negeri 19 Kota Bengkulu, dengan agenda wisata edukasi yang telah direncanakan sejak dua bulan lalu.

“Ini pertama kali ke Solo. Kami berangkat kemarin naik bus bersama guru-guru dan anak-anak,” kata Dena.

Menurutnya, Keraton Surakarta menjadi tujuan utama untuk mengenalkan sejarah dan budaya kepada para siswa. Selain itu, rombongan juga berencana berburu batik khas Solo.

“Kami ingin mengenalkan sejarah Kota Solo ke anak-anak. Tapi ternyata museumnya tutup,” ujarnya.

Sementara itu, Tindih Prajurit Keraton Surakarta Subroto Panukmo Purwonagoro membenarkan bahwa museum keraton belum dapat dibuka karena proses pembangunan dan revitalisasi yang masih berlangsung.

“Museum memang belum selesai dibangun, jadi belum bisa dibuka. Tapi sejak awal liburan pengunjung tetap banyak, bahkan ada yang datang rombongan,” jelasnya.

Menurut Subroto, mayoritas pengunjung berasal dari luar daerah. Dalam sehari, jumlahnya bisa mencapai ratusan orang, datang dari berbagai kota seperti Surabaya, Ngawi, hingga Jakarta.

“Kebanyakan dari luar daerah. Plat B juga banyak,” imbuhnya.

Untuk mengakomodasi wisatawan, pihak keraton mengalihkan aktivitas dengan menyediakan sesi foto bersama prajurit sebagai daya tarik alternatif.

“Karena museum belum bisa dibuka, pengunjung kami arahkan untuk foto bersama prajurit. Harapannya revitalisasi segera selesai agar museum Keraton bisa kembali dibuka dan dinikmati wisatawan,” ujarnya. (alf/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#libur #wisatawan #nataru #keraton kasunanan surakarta