Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Antisipasi Gas Elpiji Bersubsidi Langka, Pemkot Ajukan Tambahan Pasokan 400 Ribu Tabung

Silvester Kurniawan • Senin, 29 Desember 2025 | 00:32 WIB
Kebutuhan gasl elpiji bagi masyarakat sangat krusial, karena itu pasokan harus tetap terjaga. (M Ihsan/Radar Solo)
Kebutuhan gasl elpiji bagi masyarakat sangat krusial, karena itu pasokan harus tetap terjaga. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan pasokan gas elpiji 3 kilogram (gas melon) aman hingga awal 2026. Kepastian itu diberikan setelah pemkot mengajukan tambahan kuota sebanyak 400 ribu tabung untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Arif Handoko mengatakan, penambahan kuota tersebut diajukan khusus untuk pengamanan Nataru. Namun, dampaknya diperkirakan mampu menjaga ketersediaan gas melon sejak Desember 2025 hingga beberapa bulan pertama 2026.

“Ini sebenarnya untuk persiapan Nataru. Untuk kebutuhan rutin tahunan, kami juga sudah mengajukan pasokan tersendiri. Dengan tambahan ini, stok elpiji 3 kg di Solo dipastikan aman,” kata Arif, Minggu (28/12).

Tak hanya elpiji, pemkot juga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) dalam kondisi aman. Dinas perdagangan telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM selama periode libur akhir tahun berjalan lancar.

Selain itu, pemantauan ketersediaan dan harga bapokting dilakukan secara intensif di pasar-pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern. Hasil pemantauan menunjukkan stok pangan masih mencukupi setidaknya untuk tiga bulan ke depan.

“Ketersediaan bapokting aman untuk tiga bulan mendatang. Artinya, melewati Nataru kondisi pasokan masih stabil,” jelas Arif.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pasar tradisional. Ia memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bapokting tetap terjaga meski terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan.

“Kenaikan harga masih dalam batas wajar dan terjangkau masyarakat. Untuk elpiji 3 kg juga terpantau aman dan terkendali tanpa kendala distribusi yang berarti,” ujar Astrid.

Pemkot menegaskan akan terus melakukan pengawasan distribusi elpiji, BBM, dan bapokting guna menjaga stabilitas pasokan dan harga, khususnya pada momentum libur akhir tahun hingga awal 2026.

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta agar pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayahnya diperketat. 

Menurut Luthfi, kecukupan stok BBM dan elpiji harus dibarengi mitigasi risiko di lapangan, agar tidak terjadi kelangkaan maupun penyalahgunaan.

“Harus dimitigasi betul. Di posko-posko yang kita siapkan, semuanya kita monitor,” kata Luthfi saat audiensi dengan Pertamina Jateng.

Luthfi beralasan, pada momentum Nataru, berpotensi terjadi lonjakan kebutuhan energi, baik BBM maupun elpiji. Sebab itu, pengawasan distribusi tetap menjadi faktor krusial, terutama untuk energi bersubsidi.

Fransisca Dwi Hastuti, warga Jebres berharap pemerintah menjamin ketersediaan gas elpiji. Sebab, saat Nataru merupakan momen krusial terjadi kelangkaan.

“Semoga tidak sampai susah cari elpiji bersubsidi. Soalnya biasanya akhir tahun cari kemana-mana susah,” ujarnya. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#pertamina #gas elpiji #kuota #pasokan