RADARSOLO.COM - Sudah lebih dari sebulan, kasus pembacokan menggunakan senjata tajam yang terjadi di sebuah kafe kawasan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, belum juga terungkap.
Peristiwa berdarah yang terjadi pada Minggu (24/11) itu mengakibatkan tiga orang mengalami luka akibat serangan senjata tajam.
Pengacara korban berinisial ES, Umar J Harahap, mengungkapkan bahwa kliennya mengalami luka cukup serius di bagian kepala akibat sabetan celurit. Bahkan, korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama tiga hari.
“Korban mengalami luka paling parah di bagian kepala hingga harus mendapatkan beberapa jahitan. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan dirawat selama tiga hari,” ujar Umar saat dikonfirmasi, Minggu (28/12).
Umar menjelaskan, selama menjalani perawatan, korban belum bisa membuat laporan resmi ke kepolisian karena kondisi fisik dan mentalnya belum memungkinkan.
Setelah kondisinya membaik, korban akhirnya melapor ke polisi dan diketahui bahwa laporan serupa telah lebih dulu dibuat oleh korban lain.
Menurut Umar, insiden pembacokan tersebut diduga dipicu persoalan sepele yang berawal dari sebuah komentar di status WhatsApp pelaku.
Saat itu, pelaku mengunggah status bertuliskan “aku sebenare kurange opo?” yang kemudian dikomentari korban dengan kata “kurang waras”.
Komentar tersebut disebut korban hanya sebagai candaan, namun pelaku tidak terima dan merasa tersinggung.
Tak lama setelah kejadian itu, pelaku bersama rekannya mendatangi tempat kerja korban dengan membawa beberapa bilah celurit.
Setibanya di lokasi, pelaku langsung melakukan penyerangan. Selain dibacok, korban juga sempat terkena lemparan botol yang mengenai bagian tangannya.
Terkait belum tertangkapnya pelaku hingga kini, pihak korban berencana membuka sayembara untuk membantu aparat kepolisian mengungkap keberadaan pelaku.
“Jika foto pelaku sudah kami dapatkan, kami berencana membuka sayembara agar masyarakat ikut membantu memberikan informasi,” tambah Umar.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Solo AKP Derry Eko Setiawan melalui Wakasatreskrim AKP Sudarmiyanto memastikan penyelidikan masih terus berjalan.
Polisi telah mengantongi identitas para pelaku yang diduga berjumlah dua orang.
“Identitas pelaku sudah kami kantongi. Saat ini masih dilakukan pelacakan terhadap dua orang terduga pelaku, salah satunya berinisial Gembor yang diduga sebagai pelaku utama,” kata AKP Sudarmiyanto.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku agar segera melapor ke pihak kepolisian.
Diketahui, korban dan pelaku telah saling mengenal sekitar enam bulan. Korban bekerja sebagai pegawai kafe, sementara pelaku diketahui merupakan juru parkir di lokasi kejadian. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy