RADARSOLO.COM – Pemkot Solo Surakarta secara strategis menyiapkan Taman Balekambang sebagai titik magnet baru untuk memecah kepadatan massa pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12).
Jika Jalan Slamet Riyadi diprediksi bakal disesaki lautan manusia dalam gelaran Car Free Night, Taman Balekambang menawarkan opsi hiburan yang lebih eksklusif dan tertata bagi para wisatawan maupun warga lokal.
Sejak Senin (29/12), geliat hiburan di taman bersejarah ini mulai diintensifkan. Tidak hanya bazar kuliner dan UMKM, panggung utama Balekambang kini menghadirkan deretan penampil dari siang hingga malam hari. Langkah ini diambil untuk memastikan euforia akhir tahun tidak hanya tertumpu di jantung kota, namun tersebar merata.
“Masyarakat atau wisatawan yang ingin menghindari kerumunan ekstrem di koridor utama kota bisa beralih ke Taman Balekambang. Kami sudah siapkan rangkaian acara menarik di sini,” ungkap pihak pengelola.
Berbeda dengan hari biasa yang hanya dikenakan tarif Rp5.000, khusus pada malam pergantian tahun, pengunjung yang ingin masuk ke Taman Balekambang diminta merogoh kocek sebesar Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per orang.
Kenaikan tarif ini dikarenakan adanya keterlibatan event organizer profesional yang memboyong grup humor legendaris Pecas Ndahe sebagai bintang tamu utama.
Sisi menarik lainnya adalah panggung kolaborasi unsur pimpinan daerah. Pada Selasa (30/12) sore, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, dijadwalkan tampil bersama Bengawan Symphony Orchestra dan memulai debut informalnya bersama Band Forkompimda Kota Surakarta.
Tak berhenti di situ, pada malam puncak Rabu (31/12), Astrid Widayani kembali akan menunjukkan kebolehannya mengolah vokal bersama grup Himawan Diamondz.
Keterlibatan aktif pimpinan daerah dalam panggung hiburan ini diharapkan mampu membangun kedekatan emosional dengan warga di penghujung tahun.
“Kami menyiapkan 11 titik kegiatan di seluruh Solo, termasuk Taman Balekambang. Harapannya, seluruh lapisan masyarakat bisa merayakan pergantian tahun dengan aman dan nyaman tanpa harus terkonsentrasi di satu titik saja,” tutur Astrid.
Meskipun tanpa penyalaan kembang api sesuai aturan keamanan, variasi hiburan mulai dari orkestra, band pejabat, hingga grup humor lintas generasi diprediksi akan tetap menjaga tensi kemeriahan di Kota Bengawan. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno