Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Menakar Asta Cita Surakarta: Respati-Astrid Bidik 2026 Jadi Tahun Akselerasi Ekonomi dan Pelayanan Publik

Silvester Kurniawan • Rabu, 31 Desember 2025 | 00:56 WIB
Potret Solo  utara yang terus berrkembang diambil dari udara. (Arief Budiman/Radar Solo)
Potret Solo utara yang terus berrkembang diambil dari udara. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Menutup lembaran 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo secara ambisius menetapkan 2026 sebagai tahun akselerasi melalui visi Asta Cita Surakarta.

Duet pimpinan muda, Wali Kota Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani, mulai menggerakkan seluruh lini pelayanan publik untuk mengejar target kesejahteraan melalui delapan pendekatan strategis yang mengadopsi konsep nasional Presiden Prabowo Subianto.

Bukan sekadar terminologi, Asta Cita Surakarta diterjemahkan ke dalam program konkret yang menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, hingga ketenagakerjaan. Respati menegaskan bahwa keberlanjutan adalah kunci, di mana program seperti Rumah Siap Kerja dan penyaluran tenaga kerja internasional akan diperluas jangkauannya pada tahun mendatang.

“Program-program yang sudah berjalan, seperti Rumah Siap Kerja dan UMKM Center, tidak akan berhenti di sini. Di 2026, sasarannya akan jauh lebih luas dan berdampak langsung pada dompet masyarakat,” tegas Respati Ardi saat meninjau pelayanan di Kelurahan Kadipiro, Selasa (30/12).

Salah satu tajamnya kebijakan Respati-Astrid terlihat pada pengelolaan program pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkot Surakarta secara kritis mewajibkan seluruh rekanan penyedia dapur MBG untuk memutar modal mereka di pasar tradisional dan toko kelontong sekitar. Strategi ini dirancang untuk menciptakan multiplier effect agar anggaran pusat benar-benar menghidupkan ekosistem ekonomi lokal.

Tak hanya itu, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang diinisiasi pusat kini disandingkan secara cerdas dengan UMKM Center milik pemkot. Kolaborasi ini bertujuan agar akses modal yang didapat warga melalui koperasi bisa langsung terhubung dengan ekosistem pembinaan usaha yang sudah mapan di Solo.

Di sektor pembangunan, Respati mulai merintis "saudara kandung" Koridor Gatsu. Segmen Jalan Dr. Radjiman, mulai dari Pasar Klewer hingga Simpang Singosaren, kini tengah dipermak untuk menjadi pusat daya tarik ekonomi baru yang beririsan dengan pesona Gatsu.

Optimisme ini dibarengi dengan dibukanya keran investasi secara lebar. Pasca Solo Investment Forum awal Desember lalu, Pemkot berharap sejumlah aset unggulan daerah mulai dikelola investor pada 2026.

“Solo memiliki stabilitas sosial dan infrastruktur yang sangat memadai. Ekosistem usaha kami sudah siap menyambut kolaborasi global,” tutur Respati.

Menyadari bahwa visi besar butuh mesin birokrasi yang bersih, Respati Ardi memberikan peringatan keras kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan PPPK di lingkungan Pemkot Solo. Ia menekankan ikrar pelayanan profesional tanpa sekat afiliasi politik.

“Kami sudah instruksikan BKPSDM untuk bertindak tegas. Tidak ada toleransi bagi pelayanan yang tidak optimal atau tidak tepat waktu. Ada sistem reward and punishment yang berjalan; yang melayani dengan baik diapresiasi, yang lalai pasti disanksi,” ujarnya tajam.

Di sisi kesehatan, Wakil Wali Kota Astrid Widayani menonjolkan inovasi Posyandu Plus dan penanganan stunting lintas sektoral. Penanganan gizi buruk kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan diintegrasikan dengan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan gerakan orang tua asuh.

Strategi keroyokan ini diharapkan mampu memutus rantai masalah kesehatan sekaligus memperbaiki kualitas hunian di kawasan kumuh secara simultan pada 2026. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Asta Cita #Respati Ardi #pelayanan publik #pemkot solo #Astrid Widayani