RADARSOLO.COM — Awal 2026 menjadi tanda kelam dua koridor transportasi publik andalan di Kota Solo harus berhenti total. Terhitung mulai 1 Januari 2026, Batik Solo Trans (BST) koridor 6 dan angkutan feeder koridor 11 resmi tidak beroperasi lagi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Taufiq Muhammad membenarkan penghentian tersebut. Ia menyebut ada alasan berbeda di balik dihentikannya masing-masing layanan.
“Per 1 Januari ini keduanya tidak beroperasi. Untuk BST koridor 6 karena tidak mendapat anggaran dari pemerintah pusat untuk skema buy the service. Sementara feeder koridor 11 karena jumlah penumpangnya tidak terlalu banyak, sehingga kami lakukan penyesuaian,” ujarnya, Kamis kemarin (1/1).
Dishub menjelaskan, pendanaan pemerintah pusat melalui program BTS pada 2026 hanya dialokasikan untuk BST koridor 1. Sementara koridor lainnya harus dibiayai APBD Kota Solo. Karena belum ada skema pembiayaan bersama, pemkot terpaksa menghentikan operasional BST koridor 6.
“Yang dibiayai pusat hanya BST koridor 1. Karena belum ada solusi sharing operasional, sementara ini koridor 6 kami hentikan. Tahun 2027 masih terbuka kemungkinan dibicarakan kembali,” jelas Taufiq.
Sebagai pengganti layanan BST koridor 6 yang melayani hingga RS Indriati Solo Baru, dishub telah berkoordinasi dengan pengelola Trans Jateng. Penumpang tetap dapat menggunakan Trans Jateng yang melintas di jalur serupa dengan tarif Rp 5.000 untuk umum dan Rp1.000 bagi pelajar, buruh, lansia, veteran, serta penyandang disabilitas.
“Penumpang yang biasa menggunakan BST Koridor 6 sementara bisa memanfaatkan armada Trans Jateng,” tambahnya.
Selain itu, dishub juga menghentikan angkutan feeder koridor 11 dengan rute Terminal Tirtonadi–Pasar Klewer PP. Penghentian dilakukan karena tingkat keterisian penumpang yang rendah.
“Feeder koridor 11 tidak dihilangkan begitu saja. Rutenya kami alihkan dan dikaver oleh feeder koridor 7 yang sudah disesuaikan,” terangnya.
Dengan kebijakan ini, layanan BST di Solo kini tersisa lima koridor, yakni Koridor 1 Terminal Palur–Bandara Adi Soemarmo, Koridor 2 Terminal Palur–Stasiun Purwosari, dan Koridor 3 Terminal Kartasura–Taman Lansia (belakang UNS). Selanjutnya Koridor 4 Terminal Kartasura–Terminal Palur dan Koridor 5 Terminal Kartasura–Simpang Sidan (Bekonang/Sukoharjo)
Sementara angkutan feeder juga disesuaikan menjadi lima koridor. Koridor 7 RS Ngipang–Pasar Klewer, Koridor 8 Sub Terminal Pelangi Mojosongi–Pasar Legi, dan Koridor 9 Sub Terminal Pelangi–RSUD Bung Karno Semanggi. Kemudian Koridor 10 Terminal Palur–Pasar Klewer, dan Koridor 12 Pasar Klewer–Gentan (Sukoharjo)
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan pihaknya tetap berupaya memperjuangkan keberlanjutan layanan transportasi publik, termasuk membuka peluang pengoperasian kembali BST koridor 6.
“Kami sudah berjuang mempertahankan BST koridor 1 sampai 5, alhamdulillah bisa. Untuk koridor 6 tetap akan kami perjuangkan. Bismillah, mohon doanya, semoga 2027 bisa hidup kembali,” ujarnya. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno