RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo gencar meningkatkan literasi masyarakat, salah satunya melalui kolaborasi antara Monumen Pers Nasional dengan Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan (Dispersip) Kota Solo. Kolaborasi ini untuk memperluas akses membaca, sekaligus menumbuhkan budaya literasi dengan sasaran utama anak-anak.
Wakil Wali (Wawali) Kota Solo Astrid Widayani menjelaskan, Monumen Pers merupakan bagian dari sejarah Indonesia. Termasuk sejarah lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Keberadaan Monumen Pers, menurut Astrid menjadi salah satu tujuan eduwisata favorit di Kota Bengawan. terutama bagi pelajar yang ingin mendalami sejarah penyiaran, surat kabar, hingga perkembangan Kota Solo.
“Banyak siswa belajar di Monumen Pers. Edukasi wisata ini sangat diminati, karena anak-anak bisa mengenal sejarah pers sekaligus sejarah Kota Solo,” kata Astrid.
Astrid juga mengapresiasi berkembangnya fasilitas perpustakaan. Terutama perpustakaan anak. Ini selaras dengan program Pemkot dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat.
Harus diakui, pesatnya perkembangan teknologi harus diimbangi kemampuan literasi yang memadai. Terutama untuk membedakan informasi yang benar dan hoaks.
“Kami mendorong pojok baca, perpustakaan keliling, termasuk yang hadir di CFD (car free day). Ke depan, setiap kelurahan diharapkan memiliki ruang nyaman untuk membaca. Salah satu rencana peningkatan literasi juga akan difokuskan di Monumen Pers,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dispersip Kota Solo Heny Ermawati mengaku telah menyediakan berbagai fasilitas perpustakaan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Selain perpustakaan umum dan anak, juga menghadirkan layanan permainan tiga dimensi (3D) hingga meta verse yang kunjungannya mencapai 230 ribu orang sepanjang 2025.
“Dispersip memiliki 11 unit kendaraan layanan perpustakaan, bimo (mobil listrik) perpustakaan keliling, serta rencana peluncuran bus pintar dalam waktu dekat,” jelas Heny.
Sementara itu, Kepala Monumen Pers Widodo Hastjaryo mengaku siap berkolaborasi dengan pemkot dan dispersip dalam meningkatkan literasi, terutama anak-anak. Saat ini, koleksi buku anak di Monumen Pers mencapai 300-500 buah. Ditambah ribuan buah koleksi buku umum.
“Literasi harus dimulai sejak kecil. Kami terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan anak, mulai dari koleksi buku, ruang baca, hingga permainan dan fasilitas interaktif yang aman,” urainya.
Upaya peningkatan literasi disambut antusias oleh masyarakat. Seorang di antaranya Tiara Rachmawati, warga Solo yang menjalani work from anywhere (WFA) sejak 2023. Dia mengaku rutin memanfaatkan perpustakaan Monumen Pers untuk bekerja.
“Kalau di kafe harus keluar uang setiap hari. Di perpustakaan lebih irit dan tetap fokus bekerja,” ujar karyawan perusahaan di Jakarta ini. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto