Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tegas..! Wawali Astrid Widayani Warning Ratusan CPNS Solo: Jangan Jadi ASN Rutinitas, Harus Responsif dan Solutif

Silvester Kurniawan • Senin, 5 Januari 2026 | 17:26 WIB
Wawali Astrid menyematkan tanda kepada ASN yang mengikuti diksar. (Humas Pemkot Solo)
Wawali Astrid menyematkan tanda kepada ASN yang mengikuti diksar. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo secara resmi memulai proses penggemblengan bagi 250 calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2025. Dalam Pembukaan Pendidikan Dasar (Diksar) CPNS Kota Solo 2026 di Pendapi Gede Balai Kota, Senin (5/1), Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menegaskan bahwa angkatan ini harus menjadi pelopor lahirnya ASN generasi baru yang berintegritas tinggi dan jauh dari kesan birokrasi lambat.

Astrid menempatkan pelatihan ini sebagai fase krusial untuk mencuci mentalitas "pegawai kantoran" menjadi pelayan publik yang haus akan inovasi. Menurutnya, Kota Surakarta tidak membutuhkan ASN yang sekadar menjalankan rutinitas administratif, melainkan sosok yang mampu bekerja cepat dan peka terhadap keluhan warga.

"Pelatihan Dasar ini bukan sekadar formalitas administratif untuk syarat pengangkatan, melainkan fondasi pembentukan karakter. Kami ingin sejak awal Anda memahami bahwa menjadi ASN berarti memiliki komitmen total untuk melayani masyarakat Solo," tegas Astrid.

Di hadapan ratusan abdi negara muda tersebut, Astrid menekankan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Hal ini menjadi sangat relevan mengingat tantangan birokrasi modern yang menuntut kecepatan respons dan solusi tepat guna.

"Solo butuh ASN yang responsif dan solutif. Saya minta Anda semua sungguh-sungguh membangun disiplin dan etos kerja tinggi. Jadilah bagian dari mesin birokrasi yang mendukung penuh percepatan program prioritas wali kota dan wakil wali kota," imbuh Wawali.

Pelatihan yang merupakan hasil kerja sama Pemkot Solo dengan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah ini menggunakan metode blended learning. Sistem ini menggabungkan pembelajaran mandiri, e-learning, hingga habituasi langsung di unit kerja masing-masing.

Sebanyak 250 peserta tersebut akan dibagi ke dalam enam kloter pengerjaan hingga April 2026 mendatang. Melalui metode ini, para CPNS diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi langsung mampu mempraktikkan budaya kerja profesional di lingkungan kerjanya sebelum akhirnya resmi dilantik menjadi PNS penuh.

"Kami akan terus menekankan nilai-nilai ini agar mereka paham perannya. Mereka harus tahu ke mana arah visi-misi kota ini bergerak," pungkas Astrid. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#asn #diksar #administrasi #Masyarakat #Abdi Negara #rutinitas #cpns #inovasi #pemkot solo