Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jalan Slamet Riyadi Darurat Parkir, Wali Kota Solo Respati Ardi Dorong Kerja Sama Swasta Memanfaatkan Lahan Nganggur

Silvester Kurniawan • Selasa, 6 Januari 2026 | 17:10 WIB

Lahan parkir di Jalan Slamet Riyadi kini sudah overload. (M Ihsan/Radar Solo)
Lahan parkir di Jalan Slamet Riyadi kini sudah overload. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Menjamurnya ratusan kedai kopi dalam dua tahun terakhir di jantung Kota Solo memicu persoalan baru yaitu krisis lahan parkir. Merespons kondisi tersebut, Pemkot Solo  secara terbuka mengajak masyarakat dan pihak swasta untuk mengalihfungsikan lahan kosong milik mereka menjadi area parkir khusus guna mengurai kepadatan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Taufiq Muhammad menyatakan, pihaknya tengah serius mengkaji instruksi Wali Kota terkait pelibatan partisipasi publik dalam penyediaan ruang parkir mandiri. Meski baru dalam tahap pematangan pola kerja sama, Dishub memastikan bahwa pintu kolaborasi dengan sektor swasta telah terbuka lebar.

Baca Juga: Kawal Proyek Strategis Rp 60 Miliar, Inspektorat Solo Audit Ketat Meterisasi PJU

"Fungsi city walk atau jalur lambat di sisi utara Jalan Slamet Riyadi sebenarnya masih bisa menampung parkir tanpa mengganggu hak pejalan kaki. Namun, pada momen tertentu, kapasitasnya meluap jauh di atas ketentuan. Itulah mengapa Mas Wali mengusulkan pemanfaatan lahan pribadi milik warga. Saat ini kami sedang merumuskan ritme dan polanya," ujar Taufiq, Selasa (6/1/2026).

Taufiq mengakui bahwa kapasitas parkir tepi jalan (on-street parking) saat ini sudah tidak sebanding dengan lonjakan volume kendaraan. Fenomena ini kerap memicu keluhan masyarakat, terutama saat akhir pekan atau musim libur panjang. Sebagai langkah darurat, Dishub mulai mengarahkan pengunjung coffee shop untuk memanfaatkan lahan parkir khusus yang tersedia di sekitar lokasi, seperti di kawasan Pura Mangkunegaran.

Baca Juga: Pro Dan Kontra Iringi Rencana Pembangunan Masjid Di Eks Terminal Kartasura, Tokoh Muhammadiyah: Itu Janji Politik Bupati Sukoharjo

"Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di kantong parkir besar seperti Mangkunegaran, lalu menuju lokasi tujuan menggunakan layanan shuttle. Skema ini sedang kami siapkan. Sementara itu, para juru parkir di lapangan sudah diinstruksikan untuk tetap disiplin mematuhi kapasitas yang tersedia," tegasnya.

Berdasarkan data hingga akhir dua ribu dua puluh lima, tercatat sedikitnya ada seratus tujuh puluh empat coffee shop baru yang beroperasi di Kota Solo. Mayoritas pelaku usaha memilih lokasi strategis di sepanjang Jalan Slamet Riyadi yang menjadi pusat keramaian. Mengingat aset lahan milik pemerintah di koridor tersebut sudah habis terpakai, kemitraan dengan pihak swasta dianggap sebagai solusi paling rasional.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Laporan Doktif, Seperti Apa Kasusnya?

Wali Kota Solo Respati Ardi dalam keterangannya belum lama ini menegaskan komitmennya untuk membenahi tata ruang parkir kota. "Kehadiran seratus tujuh puluh empat coffee shop di Solo jelas berdampak pada beban lahan parkir. Tahun ini, kita akan merangkul pihak swasta yang memiliki lahan tidak produktif untuk disulap menjadi kantong-kantong parkir baru," pungkas Respati. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#kendaraan #Pura Mangkunegaran #krisis #swasta #dishub #pemkot solo #jalan slamet riyadi #coffee shop #lahan parkir