Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pansel Longgarkan Syarat Seleksi CEO Balekambang, Ini Regulasi Yang Baru

Silvester Kurniawan • Rabu, 7 Januari 2026 | 21:35 WIB
Taman Balekambang menjadi salah satu magnet wisatawan pada libur akhir tahun ini. (M Ihsan/Radar Solo)
Taman Balekambang menjadi salah satu magnet wisatawan pada libur akhir tahun ini. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Panitia Seleksi CEO Taman Balekambang akan segera mengulang proses seleksi pada pekan depan pasca tidak adanya peserta seleksi yang lolos dalam proses sebelumnya. Untuk memaksimalkan seleksi itu, panitia melonggarkan persyaratan pengalaman di sektor pariwisata.

Sekadar informas, seleksi CEO Taman Balekambang yang dibuka oleh Pemkot Solo sejatinya digelar pada awal Desember 2025 lalu. Pendaftaran yang dibuka pada 8-13 Desember itu mencatat sedikitnya ada 100 pendaftar.

Setelah melalui sejumlah tahapan, akhirnya tersaring sejumlah peserta hingga akhirnya bertahan sampai tersisa 5 peserta yang melanjutkan proses hingga uji kompetensi.

Sayang kelimanya tak memenuhi standar nilai kompetensi yang diharapkan oleh pemerintah, sehingga proses itu harus diulang. Yang menarik adalah munculnya penyesuaian atau penghilangan salah satu syarat yang sebelumnya digunakan. Ini sebagai salah satu dasar pertimbangan.

“Seleksi awal memang sedikit ketat, terutama dengan syarat pengalaman di bidang pariwisata. Harapannya memang calon CEO punya background sehingga pas (cocok) di Kawasan Pariwisata Taman Balekambang. Di tahap kedua ini akan dilonggarkan,” ucap Panitia Seleksi CEO Taman Balekambang Sutaryo, Rabu (7/1).

Syarat kepariwisataan itu tidak dipandang sebagai hal utama dalam seleksi CEO Taman Balekambang yang akan dibuka untuk selanjutnya. Pemerintah Kota Surakarta mengaku lebih menekankan pada kemampuan leadership, sementara kemampuan di sektor kepariwisataan dipandang sebagai sesuatu yang bisa dipelajari sembari berjalan.

Hal ini memastikan proses seleksi selanjutnya yang akan dilaksanakan pada pekan depan. Diutamakan kemampuan dan pengalaman pernah memimpin suatu project tertentu. Harapannya awal Maret sudah ada nama yang dilantik sebagai CEO Taman Balekambang.

“Bagi kemarin yang sudah mendaftar, silakan mendaftar lagi. Kami tidak menutup kemungkinan dari yang sudah mendaftar ataupun belum. Ini bentuk keterbukaan, independensi, transparansi, dan akuntabilitas,” tegas panitia yang memiliki latar belakang akademisi itu.

Pemkot Solo berharap bisa mendapatkan sosok yang sesuai untuk memimpin Taman Balekambang yang statusnya akan berubah dari UPT Kepariwisataan (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) menjadi BLUD.

Hal ini menjadi penting mengingat biaya operasional Taman Balekambang tembus Rp 6 miliar-Rp 7 miliar per bulan, oleh sebab itu pimpinan BLUD yang baru itu bisa menutup pembiayaan secara mandiri sembari memaksimalkan pendapatan sehingga tidak membebani APBD Kota Surakarta.

“Kami harap bisa membiayai operasionalnya secara mandiri agar tidak membebani APBD namun bisa menjadi sumber ekonomi baru di Solo. Makanya pimpinan Taman Balekambang harus punya fleksibilitas untuk menciptakan pendapatan dari aset-aset yang ada/ Harapannya CEO baru punya inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan pendapatan Taman Balekambang,” terang Ketua Panitia Seleksi CEO Taman Balekambag sekaligus Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#ceo #seleksi #taman #pemkot solo #balekambang